Optimis Meski Terancam El Nino, Lamongan Perkuat Pompanisasi untuk Jaga Produksi Pangan
Kementan RI dan Bupati Lamongan perkuat sistem pompanisasi untuk mitigasi El Nino. Targetkan peningkatan Indeks Pertanaman (IP) petani dari 2,1 menjadi 2,5.
Lamongan – Ancaman fenomena El Nino yang berpotensi memicu kekeringan tidak menyurutkan optimisme petani di Kabupaten Lamongan untuk tetap menanam dan menjaga produktivitas pangan. Pemerintah pusat bersama Pemerintah Kabupaten Lamongan bergerak cepat melakukan mitigasi melalui penguatan sistem pompanisasi dan penambahan alat mesin pertanian (alsintan).
Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Andi Nur Alamsyah, didampingi Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, pada Rabu (29/4/2026) melakukan monitoring pompanisasi di Waduk Delikguno, Desa Pengumbulanadi, Kecamatan Tikung.
Dalam kunjungannya, Andi meninjau langsung penempatan, penyerahan, sekaligus uji coba alsintan yang dipastikan berjalan lancar. Ia menyampaikan keyakinannya bahwa petani Lamongan akan tetap mampu bercocok tanam meski menghadapi ancaman El Nino.

“El Nino itu ada, tapi kami optimistis petani Lamongan tetap akan menanam dan terus berproduksi dengan mitigasi yang lebih awal. Ini luar biasa, Pak Bupati sudah memaksimalkan seluruh sumber daya yang ada di Kabupaten Lamongan, sehingga produksi tahun ini diharapkan meningkat lagi,” ujar Andi.
Menurut Andi, dukungan terhadap sektor pertanian Lamongan saat ini sangat kuat. Ketersediaan pupuk, alsintan, hingga pasokan air terus dipastikan agar musim tanam tidak terganggu.
Ia menegaskan bahwa sumber air dari waduk maupun aliran Sungai Bengawan Solo yang melintasi wilayah Lamongan akan dimanfaatkan secara maksimal melalui pemasangan pompa-pompa irigasi.
“Yang sudah tanam kita pertahankan pertanamannya, begitu pula yang akan tanam. Air harus tersedia agar petani tetap produktif,” ucapnya.
Dari total 95 ribu hektare luas baku sawah di Lamongan, sekitar 53 ribu hektare masih merupakan lahan tadah hujan. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena sebagian lahan berada di posisi lebih tinggi, sehingga membutuhkan sistem pompanisasi untuk mengalirkan air ke area persawahan.
Sebagai bentuk penguatan, Kementerian Pertanian akan menyalurkan berbagai sarana irigasi, meliputi 100 pompa berukuran 4 inci, 100 pompa 6 inci, 70 pompa 3 inci, 200 unit irigasi perpompaan, 70 unit irigasi perpipaan, serta 50 unit bangunan konservasi.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan luas lahan yang terairi dan mendongkrak produksi pertanian di Lamongan. “Mudah-mudahan pendapatan dan kesejahteraan petani meningkat, serta swasembada pangan bisa kita pertahankan sehingga tidak ada lagi lahan yang terdampak El Nino,” kata Andi.

Ia juga menyoroti potensi besar Sungai Bengawan Solo yang membentang sekitar 80 kilometer di wilayah Lamongan. Potensi ini dinilai strategis untuk memperluas cakupan irigasi.
Jika sebelumnya area irigasi hanya sekitar 257 hektare, kini ditargetkan bertambah 200 hektare melalui optimalisasi waduk yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal untuk lahan tadah hujan.
Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan komitmen daerah dalam menjaga swasembada pangan nasional.
Menurutnya, upaya pompanisasi menjadi salah satu strategi utama untuk meningkatkan luas tambah tanam (LTT) sekaligus mendongkrak indeks pertanaman (IP).
“Mudah-mudahan target luas tambah tanam bisa tercapai dan yang lebih penting terjadi peningkatan indeks pertanaman dari 2,1 menjadi 2,5 dengan memaksimalkan potensi waduk-waduk yang ada, terutama dalam menghadapi El Nino,” ujar Pak Yes.
Ia berharap ikhtiar bersama pemerintah pusat dan daerah ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani.
Pada hari yang sama, terdapat tiga titik kelompok tani yang menerima manfaat program pompanisasi dari Direktorat Jenderal PSP Kementerian Pertanian, yakni Poktan Mardi Tani di Desa Pengumbulanadi, Kecamatan Tikung, Gapoktan Truni Makmur di Desa Truni, Kecamatan Babat, dan Poktan Rukun Makmur II di Desa Latukan, Kecamatan Karanggeneng. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


