Ahmad Erani Yustika Resmi Jadi Komisaris PLN, Perkuat Perspektif Kebijakan Energi Nasional
PT PLN resmi menunjuk Ahmad Erani Yustika sebagai komisaris baru. Akademisi dan pejabat Kementerian ESDM ini dinilai memperkuat arah kebijakan energi dan ketahanan nasional.
MALANG – PT PLN (Persero) resmi menunjuk Ahmad Erani Yustika sebagai komisaris baru melalui Rapat Pemegang Saham berdasarkan Keputusan Nomor 243 Tahun 2026 dan SK.084/DI-DAM/DO/2026. Dalam keputusan tersebut, Dadan Kusdiana diberhentikan dari jabatan komisaris.
Manajemen PLN dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (29/4/2026), menyatakan pergantian tersebut tidak berdampak material terhadap operasional perusahaan. Aktivitas korporasi disebut tetap berjalan sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
Ahmad Erani Yustika bukan sosok baru di dunia kebijakan publik. Mantan Ketua Umum Ikatan Alumni (IKA) Universitas Brawijaya periode 2019–2023 itu saat ini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sejak 17 September 2025. Ia juga dipercaya sebagai Sekretaris Satuan Tugas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional.
Karier Erani di pemerintahan pusat terbilang panjang dengan sejumlah posisi strategis. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Pembangunan Kawasan Perdesaan pada 2017–2018, Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi pada 2018–2019, hingga Kepala Sekretariat Wakil Presiden.
Di dunia akademik, Erani dikenal sebagai guru besar ekonomi kelembagaan. Ia lama berkiprah di Universitas Brawijaya dan aktif dalam riset serta pengembangan kebijakan ekonomi nasional, khususnya di bidang industri, kelembagaan, dan pembangunan.
Latar belakang pendidikannya juga kuat di bidang ekonomi. Erani menempuh pendidikan sarjana hingga doktoral dalam disiplin ilmu ekonomi dengan fokus pada ekonomi pembangunan dan kelembagaan. Berbagai karya akademiknya banyak dijadikan rujukan dalam kajian kebijakan publik di Indonesia.
Selain sebagai akademisi, Erani juga dikenal aktif dalam lingkaran kebijakan pemerintah melalui berbagai tim nasional, peran penasihat kebijakan, serta kontribusi dalam perumusan strategi pembangunan ekonomi dan industrialisasi.
Dengan rekam jejak tersebut, kehadiran Ahmad Erani Yustika di jajaran Dewan Komisaris PLN dinilai dapat memperkuat perspektif kebijakan perusahaan, khususnya dalam menghadapi tantangan sektor energi serta transformasi menuju ketahanan energi nasional.
Berikut susunan terbaru Dewan Komisaris PLN:
- Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen: Burhanuddin Abdullah
- Wakil Komisaris Utama: Suahasil Nazara
- Komisaris: Aminuddin Ma’ruf
- Komisaris: Ahmad Erani Yustika
- Komisaris: Jisman Parada Hutajulu
- Komisaris: Bambang Eko Suhariyanto
- Komisaris Independen: Yazid Fanani
- Komisaris Independen: Mutanto Juwono
- Komisaris Independen: Andi Arief
- Komisaris Independen: Ali Masykur Musa (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


