Jember jadi Satu-satunya Daerah di Jawa Timur yang Cetak E-KTP Langsung di Kecamatan
Jember secara resmi menjadi satu-satunya kabupaten di provinsi ini yang berhasil mendesentralisasikan otoritas pencetakan KTP Elektronik (E-KTP) hingga ke level kecamatan.
JEMBER – Jember secara resmi menjadi satu-satunya kabupaten di provinsi ini yang berhasil mendesentralisasikan otoritas pencetakan KTP Elektronik (E-KTP) hingga ke level kecamatan.
Langkah ini diambil sebagai jawaban konkret atas tantangan geografis Jember yang luas, sekaligus komitmen pemerintah daerah untuk menghapus stigma birokrasi yang lambat dan berbelit-belit.
Bupati Jember Muhammad Fawait, menyatakan bahwa inovasi ini bukan sekadar soal teknologi, melainkan tentang martabat pelayanan terhadap rakyat.
Ia menekankan bahwa masyarakat yang tinggal jauh dari pusat kota tidak boleh dianaktirikan dalam mendapatkan hak administratifnya.
"Selama ini, warga dari pelosok harus menempuh perjalanan berjam-jam dan mengeluarkan ongkos hanya untuk selembar KTP. Itu tidak boleh terjadi lagi. Hari ini, kami membawa mesin cetak itu ke dekat rumah mereka. Jember harus jadi pelopor bahwa pelayanan publik itu harus cepat, gratis, dan tanpa sekat," tegas Fawait, Kamis (30/4/2026).
Mengoperasikan mesin cetak E-KTP di setiap kecamatan bukanlah perkara mudah.
Hal ini memerlukan koordinasi tingkat tinggi dengan Kementerian Dalam Negeri terkait keamanan data (SIAK Terpusat) dan ketersediaan logistik kartu.
Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Jember Bambang Saputra, menjelaskan bahwa kesiapan infrastruktur digital di setiap kecamatan telah melalui uji coba yang ketat sebelum program ini dijalankan secara penuh.
"Kami telah menempatkan operator terlatih dan perangkat keras yang mumpuni di setiap kantor kecamatan. Ini adalah tantangan besar karena menyangkut transmisi data rahasia negara, namun berkat dukungan penuh bapak bupati, Jember berhasil memenuhi standar tersebut. Sekarang, warga cukup datang ke kantor kecamatan setempat, rekam, dan jika data bersih (tidak ganda), KTP bisa langsung dicetak dan dibawa pulang saat itu juga," ujar Bambang Saputra.
Bambang juga menambahkan bahwa langkah ini secara signifikan memangkas peran calo dan kerumunan yang biasanya membeludak di kantor pusat Dispendukcapil dan Implementasi cetak E-KTP di kecamatan ini memberikan dampak domino yang positif terhadap berbagai aspek yaitu Akselerasi Bansos, layanan kesehatan dan Efisiensi Ekonomi.
"Mempercepat penyaluran bantuan pemerintah karena data penduduk selalu terbarukan dan Mempermudah warga dalam mengurus BPJS atau layanan RS yang membutuhkan identitas fisik dan Menghemat pengeluaran warga untuk biaya transportasi menuju pusat kota," imbuhnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


