Advertisement
Peristiwa Daerah

Cianjur Darurat Sampah, Mahasiswa Desak Evaluasi Total Dinas Lingkungan Hidup

Mahasiswa akan terus konsisten menjalankan peran sebagai kontrol sosial.

TIMES Indonesia,
Cianjur Darurat Sampah, Mahasiswa Desak Evaluasi Total Dinas Lingkungan Hidup
Mahasiswa dari BEM PTNU menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cianjur. (FOTO: Istimewa)
A-AA+

CIANJUR Eskalasi kekecewaan publik terkait karut-marut pengelolaan sampah dan buruknya tata kelola limbah di wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencapai puncaknya.

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam aliansi mahasiswa Nahdlatul Ulama Kabupaten Cianjur menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Lingkungan Hidup untuk menyuarakan kegelisahan atas kian parahnya pencemaran lingkungan dan tumpukan sampah yang tidak terurus.

Advertisement

Dalam aksi yang berlangsung di bawah pengawalan aparat tersebut, para peserta unjuk rasa menyatakan rasa tidak puas yang mendalam terhadap kinerja birokrasi di instansi terkait. 

Mereka memandang bahwa upaya penanganan limbah dan polusi selama ini hanya sekadar formalitas tanpa menyentuh akar permasalahan yang merugikan kehidupan masyarakat luas.

Situasi ekologis di wilayah Cianjur dianggap telah memasuki fase genting yang memerlukan perhatian khusus. Demonstran menilai intervensi nyata dari otoritas daerah maupun Dinas Lingkungan Hidup masih sangat minim dan tidak memberikan dampak perubahan yang berarti bagi kebersihan kota maupun desa.

Sebagai bentuk kritik yang tajam terhadap kegagalan birokrasi, massa melakukan aksi simbolis dengan memindahkan tumpukan sampah dari ruang publik ke pelataran Kantor Dinas Lingkungan Hidup. 

Langkah ini diambil untuk memberikan pengingat visual bagi para pemangku kebijakan bahwa limbah yang terbengkalai di tengah pemukiman warga adalah bukti konkret lemahnya sistem pengawasan lingkungan.

Advertisement

Koordinator lapangan, Fauzi Rohmat, menyatakan bahwa gerakan ini merupakan manifestasi dari keprihatinan intelektual muda terhadap kondisi alam yang kian terdegradasi. 

"Kami menilai kesehatan warga saat ini berada dalam ancaman akibat ketidakmampuan pemerintah dalam menjalankan fungsi manajerial kebersihan secara efektif," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (1/5/2026).

Melalui aksi ini, terdapat empat poin tuntutan utama yang diserukan kepada pemerintah daerah yaitu:
1. Mendesak adanya langkah taktis yang terukur dalam menanggulangi sampah.
2. Menuntut keterbukaan informasi publik mengenai alokasi dan realisasi anggaran kebersihan. 
3. Mendesak Bupati untuk merombak total struktur di internal dinas terkait.
4. Meminta audit menyeluruh dari aparat penegak hukum atas dugaan penyimpangan dana operasional.

“Persoalan sampah di Cianjur hari ini bukan lagi persoalan kecil, tetapi sudah menjadi kondisi darurat yang mengancam kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan," tegas Fauzi Rohmat.

Pihaknya menilai Dinas Lingkungan Hidup Cianjur gagal menghadirkan langkah yang serius dan efektif dalam menyelesaikan persoalan ini. Karena itu timnya hadir membawa suara rakyat dan menuntut tanggung jawab pemerintah.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kehadiran tumpukan sampah di depan kantor pemerintah adalah upaya untuk memaksa para pejabat merasakan keresahan yang dialami masyarakat setiap hari. Hal ini bertujuan agar krisis kebersihan tidak dianggap sebagai sesuatu yang lumrah oleh penguasa daerah.

“Jika sampah dibiarkan menumpuk di jalanan dan lingkungan warga, maka pejabat juga harus melihat langsung wajah kegagalan pengelolaan tersebut. Jangan sampai rakyat terus menjadi korban dari buruknya tata kelola lingkungan,” tambahnya.

Kemudian aksi ini ditutup dengan pernyataan sikap bahwa gerakan mahasiswa akan terus konsisten menjalankan peran sebagai kontrol sosial. 

"Kami berkomitmen untuk terus mengawasi jalannya kebijakan dan transparansi anggaran demi memastikan masa depan lingkungan di Cianjur tetap terjaga bagi generasi mendatang," tandasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Wandi Ruswannur
PenulisWandi RuswannurSarjana Hukum STAI Al-Azhary Cianjur Bergabung bersama TIMES Indonesia sejak 2024. Meliput berbagai topik, termasuk pemerintahan, politik, hukum, olahraga, life style, seni-budaya, pendidikan dan lingkungan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia