Advertisement
Peristiwa Daerah

Jelang Porprov 2026, PELTI Kota Tasikmalaya Diminta Bersiap Maksimal Meski Terkendala Anggaran

Pemantapan cabang olah raga terus digeber, termasuk cabang olahraga tenis lapangan di bawah naungan Persatuan Tenis Lapangan Indonesia (Pelti) Kota Tasikmalaya.

TIMES Indonesia,
Jelang Porprov 2026, PELTI Kota Tasikmalaya Diminta Bersiap Maksimal Meski Terkendala Anggaran
Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disporabudpar Kota Tasikmalaya, Momon Suryaman saat memberikan sambutan acara Muskot PELTI Kota Tasikmalaya, Jumat (1/5/2026) (FOTO: Harniwan Obech/TIMES Indonesia)
A-AA+

TASIKMALAYA Menjelang perhelatan Pekan Olahraga Provinsi Jawa Barat (Porprov Jabar) 2026 yang tinggal menghitung bulan, persiapan para atlet menjadi perhatian serius berbagai pihak, termasuk di Kota Tasikmalaya.

Pemantapan cabang olah raga terus digeber, termasuk cabang olahraga tenis lapangan di bawah naungan Persatuan Tenis Lapangan Indonesia (Pelti) Kota Tasikmalaya.

Advertisement

Pembina PELTI Kota Tasikmalaya, H. Dayat Mustofa, menegaskan bahwa kesiapan kontingen harus dimaksimalkan demi meraih prestasi terbaik di ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.

Hal itu dia tegaskan dalam momentum Musyawarah Kota (Muskot) PELTI Kota Tasikmalaya periode 2026-2030 yang digelar di Aula RS Bunda Aisyah Tasikmalaya, Jumat (1/5/2026).

Menurutnya, keberhasilan dalam kompetisi seperti Porprov tidak hanya bergantung pada kesiapan fisik dan mental atlet, tetapi juga sangat ditentukan oleh dukungan finansial yang memadai.

“Kondisi keuangan Kota Tasikmalaya sebagaimana kita ketahui sedang carut marut,” ungkap Dayat Mustofa kepada TIMES Indonesia, Jumat (1/5/2026) petang.

Dayat menyebut bahwa peluang kontingen tenis lapangan Kota Tasikmalaya untuk meraih medali di Porprov 2026 cukup besar. Hal ini diperkuat dengan keberhasilan cabang olahraga tenis lapangan yang telah mengamankan tiket untuk berlaga di ajang tersebut.

Advertisement

Kepastian itu didapat setelah melalui mekanisme dan kriteria yang telah disepakati dalam rapat kerja Komite Olahraga Nasional Indonesia beberapa bulan lalu.

Dengan peluang tersebut, ia menekankan pentingnya keseriusan dalam mempersiapkan atlet, baik dari sisi teknik, strategi, hingga pembinaan berkelanjutan.

“Kita punya peluang besar. Tinggal bagaimana persiapan ini benar-benar dimaksimalkan,” ujarnya.

Namun demikian, tantangan terbesar yang dihadapi saat ini adalah keterbatasan anggaran. Dayat mengimbau agar para atlet dan pengurus PELTI tetap berjuang maksimal meskipun harus mengandalkan dana mandiri.

Menurutnya, semangat dan komitmen menjadi faktor penting dalam menghadapi keterbatasan tersebut. “Persiapan harus tetap berjalan, walaupun dengan perjuangan melalui dana mandiri,” tegasnya.

Di lokasi yang sama, Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disporabudpar Kota Tasikmalaya, Momon Suryaman, juga menyampaikan kondisi serupa terkait keterbatasan keuangan daerah.

Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini pemerintah daerah belum dapat memastikan pemberian dana hibah kepada KONI untuk mendukung persiapan Porprov.

“Kondisi kas daerah saat ini belum bisa memastikan waktu yang pasti untuk mengelontorkan dana hibah ke KONI,” jelasnya.

Meski demikian, Momon berharap akan ada solusi ke depan agar kebutuhan pembinaan atlet tetap dapat terpenuhi.

“Mudah-mudahan nanti ada jalan, kita sambil memantau saja perkembangan. Namun untuk memaksimalkan, diharapkan kemandirian cabang olahraga lebih dimunculkan,” tandasnya.

Situasi ini menjadi ujian dan tantangan bagi dunia olahraga di Kota Tasikmalaya, khususnya bagi cabang tenis lapangan. 

Di tengah keterbatasan anggaran, semangat juang dan kemandirian atlet diharapkan mampu menjadi kunci untuk tetap berprestasi.

Ajang Porprov 2026 sendiri menjadi momentum penting untuk mengukur hasil pembinaan atlet daerah sekaligus mengharumkan nama Kota Tasikmalaya di tingkat Jawa Barat. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Harniwan Obech
PenulisHarniwan ObechSarjana Administrasi Negara, STIA YPPT Priatim, (Angkatan tahun 1994). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 18-04-2021, Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan isu internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia