Advertisement
Peristiwa Daerah

Pemerintah Kejar Target Produksi 3 Juta Ton Gula, Malang Jadi Andalan

Pemerintah terus mendorong peningkatan produksi gula nasional guna mencapai target swasembada konsumsi sebesar 3 juta ton. Saat ini, produksi gula Indonesia masih berada di angka 2,6 juta ton atau kurang sekitar 400 ribu ton dari kebutuhan nasional.

TIMES Indonesia,
Pemerintah Kejar Target Produksi 3 Juta Ton Gula, Malang Jadi Andalan
Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kemenko Pangan, Tatang Yuliono saat berada di PG Krebet Baru, Jumat (1/5/2026). (Foto: Achmad Fikyansyah/TIMES Indonesia)
A-AA+

MALANG Pemerintah terus mendorong peningkatan produksi gula nasional guna mencapai target swasembada konsumsi sebesar 3 juta ton. Saat ini, produksi gula Indonesia masih berada di angka 2,6 juta ton atau kurang sekitar 400 ribu ton dari kebutuhan nasional.

Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kemenko Pangan, Tatang Yuliono saat menghadiri pembukaan musim giling 2026 di PG Krebet Baru, Jumat (1/5/2026).

Advertisement

“Total produksi gula di Indonesia saat ini sebanyak 2,6 juta ton. Sedangkan kebutuhan kita 3 juta ton. Jadi hanya kurang 400 ribu ton,” ujarnya.

Ia optimistis kekurangan tersebut dapat segera dikejar, terutama dengan peningkatan kapasitas produksi di berbagai pabrik gula, termasuk di Malang yang dikenal sebagai salah satu sentra tebu nasional.

“Dan saya yakin dengan semangat yang ditunjukkan oleh PG Krebet Baru, dengan nambah pabrik dan kapasitas, insya Allah kita akan segera bisa swasembada gula konsumsi,” katanya.

Menurutnya, wilayah Malang memiliki potensi besar dalam mendukung peningkatan produksi gula nasional. Keberadaan pabrik gula serta luasnya lahan tebu menjadi modal penting untuk mengejar target tersebut.

“Malang ini merupakan salah satu sentra gula, dan potensinya sangat besar,” tegasnya.

Advertisement

Tatang juga menilai, momentum musim giling 2026 menjadi faktor penting dalam meningkatkan produksi gula nasional yang saat ini semakin mendekati target swasembada.

“Tentu buka giling ini akan memberikan satu dampak kepada produksi gula kita yang memang sudah hampir sampai kepada swasembada gula konsumsi,” ucapnya.

Ia berharap pada musim giling berikutnya, kapasitas produksi dapat terus meningkat sehingga mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri secara mandiri.

“Saya ingin mendengar nanti di buka giling berikutnya itu kapasitas produksinya akan terus meningkat. Sesuai dengan kebutuhan konsumsi, kita bisa swasembada gula konsumsi,” pungkasnya.

Upaya peningkatan produksi ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mengurangi ketergantungan impor gula. PG Krebet Baru sendiri pada tahun 2026 ini mentargetkan produksi gula hingga 161 ribu ton gula. Dimana masa musim giling dimulai pada Mei hingga November 2026. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Achmad Fikyansyah
PenulisAchmad FikyansyahSarjana Sastra Inggris (S.S) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Bergabung ke TIMES Indonesia sejak Maret 2023. Meliput berbagai topik, utamanya pendidikan dan ekonomi.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia