Advertisement
Peristiwa Daerah

Komunitas Edan Sepur Gelar Edukasi "Simpang Sejuta Selamat" di Simpang Lima Bandung

Komunitas Edan Sepur bersama Dishub dan Kepolisian menggelar aksi "Simpang Sejuta Selamat" di Simpang Lima Bandung untuk meningkatkan disiplin berlalu lintas.

TIMES Indonesia,
Komunitas Edan Sepur Gelar Edukasi "Simpang Sejuta Selamat" di Simpang Lima Bandung
Para Relawan Simpang Sejuta Selamat saat Melaksanakan sosialisasi keselamatan berlalu lintas di Jalan Asia Afrika Kota Bandung. (Foto: Arief Pratama/Times Indonesia)
A-AA+

Bandung Upaya meningkatkan kesadaran dan disiplin berlalu lintas terus diperkuat melalui kegiatan "Simpang Sejuta Selamat". Aksi edukasi ini digelar di kawasan Simpang Lima yang mempertemukan Jalan Asia Afrika, Jalan Ahmad Yani, Jalan Gatot Subroto, dan Jalan Sunda, Minggu (3/5/2026).

Koordinator Daerah 2 Bandung Komunitas Edan Sepur, Abdullah Putra Gandhara, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan pengembangan dari edukasi keselamatan yang sebelumnya berfokus pada perlintasan sebidang kereta api.

Advertisement

“Biasanya kami melakukan kegiatan di perlintasan sebidang. Namun kali ini kami perluas ke persimpangan, karena perilaku pengendara di titik ini juga masih banyak yang berisiko, seperti menerobos lampu merah atau berhenti melewati zebra cross,” ujar Abdullah.

Pemilihan lokasi difokuskan pada persimpangan yang berdekatan dengan perlintasan sebidang serta memiliki tingkat kerawanan kecelakaan yang cukup tinggi, salah satunya di kawasan Simpang Lima Asia Afrika.

Kegiatan ini mengedepankan kolaborasi lintas instansi. Dalam pelaksanaannya, turut terlibat Dinas Perhubungan Kota Bandung, Kepolisian, Satpol PP, serta layanan kegawatdaruratan PSC 119 dan Bandung Siaga 112.

Selain sosialisasi tertib berlalu lintas, petugas di lapangan juga melakukan penindakan terhadap pelanggaran yang ditemukan.

“Jika ada pelanggaran, akan dilakukan penindakan berupa penilangan oleh kepolisian menggunakan perangkat handheld, seperti halnya di perlintasan sebidang,” tambahnya.

Advertisement

Lebih lanjut, kegiatan ini memberikan edukasi kepada masyarakat terkait langkah darurat saat terjadi kecelakaan, termasuk pemanfaatan layanan panggilan darurat 112 dan PSC 119.

Menurut Abdullah, kegiatan ini bertujuan menghidupkan kembali semangat gerakan "Budaya Disiplin" dengan cakupan yang lebih luas. Rencananya, aksi ini akan dilaksanakan secara rutin setiap tiga pekan sekali di tiga titik berbeda, yakni Simpang Lima Asia Afrika, kawasan Merdeka–Aceh, dan wilayah Dago.

“Harapannya agar tidak terjadi kecelakaan lalu lintas, baik di persimpangan maupun di perlintasan sebidang. Kami ingin masyarakat semakin disiplin dan sadar akan keselamatan di jalan,” pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Arief Pratama
PenulisArief PratamaBergabung dengan TIMES Indonesia sejak Februari 2026 dan bertugas di Bandung dan sekitarnya. Meliput berbagai isu baik politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis dan peristiwa yang bersifat lokal, nasional, dan internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia