Advertisement
Peristiwa Daerah

Haji Tertua di Sumbar: Mawardi MZ, Veteran Menjemput Mimpi ke Tanah Suci

Mawardi MZ, veteran TNI berusia 86 tahun, jadi jemaah haji tertua Sumbar. Berangkat lewat kloter delapan Padang bersama dua anak dan menantunya ke Tanah Suci.

TIMES Indonesia,
Haji Tertua di Sumbar: Mawardi MZ, Veteran Menjemput Mimpi ke Tanah Suci
Mawardi, haji tertua yang berangkat dari Sumbar tahun 2026. (FOTO: Istimewa)
A-AA+

PADANG Lelaki tua itu masih terlihat gagah. Tidak nampak ringkih, meski usianya telah menginjak 86 tahun. Mawardi MZ, veteran TNI itu beribadah haji ke Tanah Suci di tahun ini. 

Ia merupakan haji tertua di Sumatera Barat yang berangkat pada tahun ini. Beruntungnya lagi, dirinya berangkat tak sendiri. Lelaki yang berangkat melalui kloter delapan asal Kota Padang itu membawa kedua anak dan menantunya. 

Advertisement

“Alhamdulillah, kami berangkat berempat,” ungkap Mawardi saat akan berangkat ke Tanah Suci, pada akhir pekan lalu

Mawardi berdomisili di Cengkeh, Padang. Pensiunan TNI dengan pangkat terakhir sersan satu (Sertu) itu telah cukup lama mengabdikan dirinya sebagai Babinsa di Palangki, Kabupaten Sijunjung.  

“Sejak kecil saya selalu bercita-cita ingin naik haji, Alhamdulillah sekarang kesampaian,” ujarnya lirih. 

Ia pensiunan TNI pada tahun 1998 silam. Lelaki beranak empat itu terbilang kuat semasa bertugas di Palangki. Apalagi, ketika bertugas, Mawardi lebih memilih tinggal tidak di asrama. Tetapi tinggal di rumah milik warga setempat. 

“Saya cari rumah yang bisa untuk beternak dan berladang, karena dulu gaji TNI kecil, dengan bertani dan beternak itulah penambah hidup,” terangnya. 

Advertisement

Agaknya, berbekal hidup bertani dan berladang itulah Mawardi tak ringkih hingga menginjak usia 86 tahun. Saat ini ia masih mampu melakukan segala aktivitas. 

“Sampai sekarang saya tidak memiliki handphone, saya juga tidak memakai kacamata, ketika cek kesehatan kemarin, masih sehat luar dan dalam,” terangnya. 

Mawardi mendaftar haji pada tahun 2020 lalu. Terbilang cepat berangkat karena dirinya beserta kedua anak dan menantu menggantikan kuota haji. Istri Mawardi yang seharusnya berangkat di tahun 2025, tidak sampai usianya. Istrinya meninggal dunia di tahun 2024 lalu. Kuota istrinya kemudian digantikan oleh anaknya paling bungsu, Joni Warmansyah. 

Sebelumnya, Joni Warmansyah telah mendaftarkan dirinya, istri, dan Mawardi untuk beribadah ke Tanah Suci. Sementara, anak kedua Mawardi, yakni Noviati, juga telah mendaftar haji di tahun 2019.

“Ada hikmah dari semua itu, kami berempat akhirnya sama-sama berangkat ke Tanah Suci di tahun ini, saya berangkat karena menjadi pendamping ayah,” terang Noviati, anak kedua Mawardi.

Noviati saat diwawancarai mengaku bahwa perjalanan haji kali ini akan lebih istimewa. Dirinya akan mendampingi orangtuanya beribadah. Tentunya bakti kepada orangtuanya akan lebih ditunjukkan selama di Baitullah. 

“Kata ustadz-ustadz di pengajian, mengambilkan air minum untuk orangtua saja di Tanah Suci, pahalanya berimpah-limpah,” beber wanita berusia 45 tahun itu.

Keempatnya merupakan Jemaah Masjid Babussalam di Kampung Kalawi, Kuranji. Perjalanan ibadah haji kali ini akan saling menguatkan keluarga kecil itu. Kini mereka telah berada di Tanah Suci, semoga menjadi haji mabrur nantinya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Diona Arvoni
PenulisDiona ArvoniPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2025. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia