Senja di AWT Banyuwangi Sedot 8.251 Wisatawan, Perputaran Ekonomi Tembus Rp1 Miliar
Event “Senja di AWT” Banyuwangi sukses menarik 8.251 wisatawan dalam tiga hari dengan perputaran ekonomi mencapai Rp1 miliar.
BANYUWANGI – Geliat pariwisata Banyuwangi menunjukkan tren positif. Event “Senja di AWT” yang digelar di Agrowisata Taman Suruh (AWT) berhasil menarik ribuan wisatawan.
Dalam tiga hari pelaksanaan perdana, sebanyak 8.251 pengunjung tercatat memadati kawasan wisata di kaki Gunung Ijen tersebut.
Tidak sekadar menghadirkan suasana senja, event ini menjadi ruang pertemuan antara wisata alam, kuliner, dan seni budaya lokal.
Pengunjung dapat menikmati udara sejuk pegunungan di ketinggian sekitar 450 meter di atas permukaan laut (mdpl) dengan latar pemandangan Gunung Ijen dan Selat Bali, sambil mencicipi beragam kuliner tradisional hingga kekinian.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan “Senja di AWT” dirancang sebagai alternatif wisata sore yang terjangkau dan inklusif, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Tidak hanya menikmati keindahan alam, pengunjung juga bisa mengeksplorasi makanan khas Banyuwangi dan menyaksikan atraksi seni budaya. Ini menjadi ruang bersama bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk tumbuh,” kata Ipuk, Senin (4/5/2026).

Beragam menu tradisional seperti rujak soto, kesrut, gado-gado, hingga kue cucur gula merah tersedia berdampingan dengan makanan kekinian.
“Melalui program ini, kami ingin menghadirkan ruang berkumpul yang nyaman bagi keluarga, sekaligus mendukung pelaku seni dan UMKM agar terus berkembang. UMKM kami beri tambahan ruang untuk berjualan,” ujarnya.
Kesuksesan event ini juga tercermin dari dampak ekonominya. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi, Hartono, S.Sos., M.Si., mengungkapkan dalam tiga hari pelaksanaan terjadi perputaran uang hingga Rp1 miliar.
“Total pengunjung mencapai 8.251 orang dengan tren kenaikan signifikan setiap harinya, yakni 1.611 pengunjung pada 1 Mei, meningkat menjadi 2.443 pada 2 Mei, dan memuncak di angka 4.197 pada 3 Mei,” jelas Hartono.
Berdasarkan data Disbudpar Banyuwangi, perputaran ekonomi tersebut berasal dari berbagai sektor, mulai dari belanja di lapak UMKM, tiket masuk, wahana permainan, transaksi vendor, hingga jasa parkir yang dikelola masyarakat setempat.

Event ini melibatkan lebih dari 50 lapak kuliner serta pelaku ekonomi kreatif. Kolaborasi antara pedagang dan seniman lokal menghadirkan pengalaman wisata yang beragam, mulai dari pameran seni rupa, live sketch, hingga interaksi langsung dengan pengunjung.
Beragam hiburan turut meramaikan suasana, seperti musik akustik, pertunjukan seni tradisional, hingga atraksi bela diri. Layanan terapi pijat juga tersedia bagi pengunjung yang ingin bersantai menikmati suasana.
Antusiasme pengunjung terlihat sejak hari pertama. Salah satunya Nova, wisatawan asal Bali, yang mengaku terkesan dengan konsep yang ditawarkan.
“Asyik banget. Bisa berburu makanan enak sambil menikmati pemandangan Selat Bali dari ketinggian. Udaranya juga segar, cocok untuk menghilangkan penat,” ujarnya.
Ke depan, “Senja di AWT” direncanakan menjadi agenda rutin yang digelar setiap awal bulan, tepatnya setiap akhir pekan Jumat hingga Minggu pukul 15.00–21.00 WIB.
Event berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 5–7 Juni 2026, dengan konsep yang terus dikembangkan untuk menarik lebih banyak wisatawan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat Banyuwangi. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


