Advertisement
Peristiwa Daerah

Sungai Cikondang Cianjur Meluap, Air Kepung Permukiman di Cibeber

Aliran air yang meluap tidak hanya menggenangi rumah warga di dua perkampungan, tetapi juga menghancurkan puluhan hektare lahan pertanian di Desa Cikondang dan Desa Cihaur.

TIMES Indonesia,
Sungai Cikondang Cianjur Meluap, Air Kepung Permukiman di Cibeber
Petugas melakukan evakuasi warga yang terjebak akibat luapan Sungai Cikondang Cianjur. (FOTO: Istimewa)
A-AA+

CIANJUR Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat memicu luapan besar Sungai Cikondang hingga merendam kawasan permukiman di Kecamatan Cibeber. 

Aliran air yang meluap tidak hanya menggenangi rumah warga di dua perkampungan, tetapi juga menghancurkan puluhan hektare lahan pertanian di Desa Cikondang dan Desa Cihaur. 

Advertisement

Ketinggian muka air dilaporkan mencapai satu meter, menciptakan situasi darurat bagi penduduk yang tinggal di sepanjang bantaran sungai tersebut.

Kondisi diperparah dengan jebolnya infrastruktur penahan air berupa tanggul darurat bronjong senilai hampir Rp 3 miliar rupiah yang baru saja dipasang. 

Besarnya debit air membuat material geobag dan bronjong tidak mampu bertahan hingga akhirnya air bah masuk ke area persawahan dan rumah penduduk. 

Akibatnya, sekitar 15 hektare sawah mengalami kerusakan parah yang memicu ancaman gagal panen bagi para petani setempat.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Damkar, PMI, Polri, hingga relawan Tagana harus berjibaku melawan arus yang sangat deras untuk menyelamatkan warga yang terjebak di dalam rumah. 

Advertisement

Proses evakuasi yang berlangsung ini berjalan sangat dramatis karena petugas harus menyeberangi dua aliran arus kuat sepanjang seratus meter menggunakan tali pengaman. 

Sebanyak sembilan orang dari tiga kepala keluarga, termasuk seorang anak kecil, berhasil diselamatkan dari kepungan banjir yang kian meninggi.

Kepala Desa Cikondang, Yana Mulyana, mengungkapkan bahwa bencana ini merupakan kali ketiga dalam satu bulan terakhir, namun kali ini adalah yang paling masif dampaknya. 

"Fenomena pendangkalan sungai disinyalir menjadi penyebab utama air begitu cepat meluap ke daratan saat hujan turun lebat," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (4/5/2026).

Kondisi ini menuntut adanya langkah konkret berupa pengerukan sungai secara menyeluruh agar bencana serupa tidak terus berulang dan mengancam keselamatan warga.

Kapolsek Cibeber, Kompol Tio, memastikan bahwa seluruh korban selamat telah dipindahkan ke lokasi pengungsian yang lebih aman di rumah-rumah kerabat mereka. 

Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa mencekam tersebut, kerugian materiil diperkirakan sangat besar mengingat banyaknya harta benda dan hasil tani yang hanyut terbawa arus. 

Masyarakat kini diminta untuk meningkatkan kewaspadaan mandiri mengingat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di wilayah Cianjur. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Wandi Ruswannur
PenulisWandi RuswannurSarjana Hukum STAI Al-Azhary Cianjur Bergabung bersama TIMES Indonesia sejak 2024. Meliput berbagai topik, termasuk pemerintahan, politik, hukum, olahraga, life style, seni-budaya, pendidikan dan lingkungan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia