Advertisement
Peristiwa Daerah

Bau Busuk Limbah Usus Ayam di Cianjur Picu Kemarahan Warga

Warga Kampung Gempol resah akibat tumpukan limbah usus ayam berbau menyengat dan serangan lalat. Pemdes dan kecamatan telusuri pelaku dan siapkan langkah hukum.

TIMES Indonesia,
Bau Busuk Limbah Usus Ayam di Cianjur Picu Kemarahan Warga
Aroma tidak sedap limbah usus ayam di Karangtengah Cianjur. (FOTO: Istimewa)
A-AA+

CIANJUR Kondisi lingkungan di Kampung Gempol, Desa Babakancaringin, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, sedang mengalami gangguan serius akibat aroma tidak sedap yang menyengat sejak akhir pekan lalu. Keberadaan puluhan karung yang berisi tumpukan limbah usus ayam ditemukan menumpuk di sekitar area tempat tinggal penduduk. 

Warga menduga kuat bahwa material organik yang membusuk tersebut sengaja ditinggalkan oleh pihak tertentu di bawah kegelapan malam untuk menghindari pengawasan.

Advertisement

Ketidaknyamanan mulai dirasakan oleh masyarakat sesaat setelah fajar menyingsing ketika udara mulai membawa bau bangkai ke dalam rumah-rumah mereka. 

Situasi ini memicu keresahan massal karena titik pembuangan berada tepat di jantung pemukiman yang padat. Selain merusak kualitas udara, kehadiran limbah tersebut dianggap sebagai ancaman nyata bagi stabilitas kesehatan lingkungan masyarakat setempat.

Salah satu penduduk, Unang yang kini menginjak usia 55 tahun, menceritakan bahwa uap bau tersebut sudah sangat terasa pada pagi hari. Ia memprediksi proses pembuangan dilakukan pada rentang waktu dini hari saat suasana kampung sedang sepi dari aktivitas. 

"Baunya menusuk, apalagi kalau malam dan angin bertiup kencang. Kami jadi tidak nyaman dan takut ini jadi sarang penyakit," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (5/5/2026).

Dampak dari tumpukan limbah ini ternyata meluas dengan munculnya serangan lalat dalam skala besar yang mulai masuk ke rumah warga. 

Advertisement

Keberadaan serangga pembawa bakteri tersebut menambah ketakutan penduduk, terutama terkait risiko penyebaran penyakit infeksi saluran pernapasan. Kelompok usia rentan seperti anak-anak dan orang tua menjadi perhatian utama warga karena potensi paparan udara yang tidak sehat tersebut.

Ketua RW 05 Kampung Gempol, Ali, mengonfirmasi adanya keberatan dari warga khususnya mereka yang tinggal di area RT 003. Ia menegaskan bahwa selain gangguan bau, ledakan jumlah lalat di wilayah tersebut merupakan ancaman kesehatan yang harus segera diatasi. 

"Kami belum tahu siapa pelakunya. Beruntung ada CCTV pabrik yang mengarah ke jalan. Rekaman itu akan kami periksa," ujarnya dalam upaya mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab.

Otoritas setempat melalui pengurus RW telah melayangkan peringatan agar pihak yang membuang limbah segera melakukan pembersihan dan membawa kembali karung-karung tersebut. 

Jika instruksi ini tetap tidak digubris dalam waktu dekat, warga menyatakan kesiapannya untuk membawa permasalahan lingkungan ini ke ranah hukum. 

Bagi mereka, tindakan semena-mena membuang limbah di pemukiman adalah bentuk pelanggaran serius terhadap hak hidup sehat.

Merespons gejolak ini, Camat Karangtengah, Dony Herdyana, telah menginstruksikan Pemerintah Desa Babakancaringin untuk melacak sumber limbah tersebut. 

Fokus utama saat ini adalah melakukan audit terhadap rekaman kamera pengawas di sekitar jalan masuk kampung guna mengumpulkan bukti fisik yang valid. 

"Upaya investigasi kolektif terus dilakukan agar dalang di balik kejadian ini dapat segera terungkap dan diberikan sanksi," bebernya.

Dony memberikan penegasan bahwa sisa pemotongan hewan dilarang keras untuk dibuang di sembarang tempat, termasuk di area pembuangan sampah umum sekalipun. Secara prosedur, limbah semacam itu seharusnya dikelola secara internal oleh pihak pengelola peternakan atau pemotongan. 

"Jika nanti kami dapatkan bukti seperti nomor kendaraan pelaku, akan kami tindaklanjuti bersama Polsek, Koramil, dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cianjur," tegasnya.

Hingga saat ini, penduduk di Kampung Gempol masih diselimuti kecemasan sembari menantikan langkah konkret dari pihak berwenang. Mereka sangat berharap proses evakuasi limbah dapat segera dilaksanakan sebelum dampak buruk bagi kesehatan semakin meluas. 

Pencarian identitas pelaku melalui rekaman digital diharapkan menjadi kunci penyelesaian konflik lingkungan yang sedang menghimpit warga Karangtengah tersebut. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Wandi Ruswannur
PenulisWandi RuswannurSarjana Hukum STAI Al-Azhary Cianjur Bergabung bersama TIMES Indonesia sejak 2024. Meliput berbagai topik, termasuk pemerintahan, politik, hukum, olahraga, life style, seni-budaya, pendidikan dan lingkungan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia