Advertisement
Peristiwa Daerah

Pemkab Sidoarjo Matangkan Persiapan Pilkades 24 Mei 2026, Ajak Warga Jaga Kondusivitas

Bupati Sidoarjo, Subandi mengajak seluruh masyarakat ikut menyukseskan Pilkades serentak dengan menjaga suasana tetap damai sejak tahapan awal hingga proses pemungutan suara selesai.

TIMES Indonesia,
Pemkab Sidoarjo Matangkan Persiapan Pilkades 24 Mei 2026, Ajak Warga Jaga Kondusivitas
Bupati Sidoarjo, H. Subandi mengajak semua masyarakat sukseskan Pilkades 2026. (FOTO: Syaiful Bahri/TIMES Indonesia)
A-AA+

SIDOARJO Pemerintah Kabupaten Sidoarjo (Pemkab Sidoarjo) terus mematangkan persiapan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang akan digelar di 80 desa pada 24 Mei 2026 mendatang. Berbagai langkah antisipasi dilakukan untuk memastikan pesta demokrasi tingkat desa tersebut berjalan aman, lancar, dan kondusif.

Bupati Sidoarjo, Subandi mengajak seluruh masyarakat ikut menyukseskan Pilkades serentak dengan menjaga suasana tetap damai sejak tahapan awal hingga proses pemungutan suara selesai.

Advertisement

Menurutnya, Pilkades merupakan bagian dari proses demokrasi yang harus dihormati bersama. Karena itu, seluruh calon kepala desa maupun para pendukungnya diminta siap menerima hasil pemilihan secara legawa.

“Siapa saja pilihan masyarakat, ya itulah nanti yang menjadi kepala desa. Yang terpenting bisa melayani masyarakatnya dengan baik. Ini adalah demokrasi, semua calon harus saling legowo,” kata Subandi, Selasa (6/5/2026).

Ia juga mengingatkan agar perbedaan pilihan politik di tingkat desa tidak memicu konflik antarpendukung pasangan calon. Menurutnya, menjaga persatuan dan keamanan lingkungan menjadi tanggung jawab bersama.

“Kasihan paslonnya juga kalau sampai pendukungnya bertengkar. Jangan sampai Pilkades justru menimbulkan suasana yang tidak demokratis,” ujarnya.

Subandi menegaskan, Pemkab Sidoarjo akan melakukan pengawasan secara intensif selama pelaksanaan Pilkades serentak berlangsung. Pengawasan tersebut dilakukan untuk meminimalkan potensi gangguan keamanan maupun konflik sosial di tengah masyarakat.

Advertisement

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sidoarjo, Hernita Hadi Lestari, mengatakan hingga saat ini berbagai persiapan teknis terus dilakukan menjelang hari pemungutan suara.

Salah satu fokus utama ialah pemetaan tingkat kerawanan di masing-masing desa yang akan menggelar Pilkades. Pemetaan dilakukan berdasarkan potensi konflik yang dapat muncul selama proses pemilihan berlangsung.

“Hasil pemetaan sementara, ada sekitar 27 desa yang masuk kategori kerawanan tinggi,” ujar Hernita.

Selain itu, terdapat 35 desa yang dikategorikan memiliki tingkat kerawanan sedang dan 18 desa lainnya masuk kategori kerawanan rendah.

Meski demikian, Hernita menegaskan klasifikasi tersebut masih bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai perkembangan situasi di lapangan.

“Setiap kategori kerawanan masih bisa bertambah ataupun berkurang tergantung kondisi dan perkembangan tahapan Pilkades,” jelasnya.

DPMD Sidoarjo, lanjut Hernita, juga terus melakukan monitoring terhadap seluruh tahapan Pilkades, mulai dari proses administrasi, pembekalan calon kepala desa, hingga persiapan teknis pemungutan dan rekapitulasi suara.

“Kami terus melakukan persiapan teknis untuk pelaksanaan pemungutan dan rekapitulasi suara pada 24 Mei nanti agar seluruh tahapan berjalan lancar,” ucapnya. (Adv)

 

 

 

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Syaiful Bahri
PenulisSyaiful BahriSarjana Administrasi Publik, Universitas Sunan Giri Surabaya, Bergabung bersama TIMES Indonesia pada Juli 2025. dengan minat liputan bidang pemerintahan, politik, hukum dan pendidikan serta lifestyle.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia