Dinkes Kota Malang Waspadai Dampak El Nino 2026, Risiko Heatstroke Meningkat
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi fenomena El Nino pada musim kemarau 2026. Lonjakan suhu tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga berisiko serius bagi kesehatan.
MALANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi fenomena El Nino pada musim kemarau 2026. Lonjakan suhu tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga berisiko serius bagi kesehatan.
Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, mengatakan peningkatan suhu akibat El Nino dapat memicu gangguan kesehatan, salah satunya heatstroke atau sengatan panas.
“Risiko paparan panas berlebih semakin tinggi. Jika tidak diantisipasi, dapat memicu heatstroke yang berbahaya,” ujar Husnul, Selasa (5/5/2026).
Fenomena tersebut sebelumnya banyak terjadi di kawasan Timur Tengah, khususnya saat musim haji. Namun, kondisi serupa kini berpotensi terjadi di Indonesia. Karena itu, masyarakat diminta membatasi aktivitas luar ruangan saat suhu tinggi, terutama setelah pukul 10.00 WIB, serta memilih waktu pagi atau sore hari.
Selain mengatur waktu aktivitas, warga juga diimbau menjaga kecukupan cairan tubuh dengan mengonsumsi 2,5 hingga 3 liter air per hari guna mencegah dehidrasi.
“Dehidrasi memperparah dampak panas. Cairan tubuh bisa hilang lewat keringat, aktivitas, hingga buang air kecil. Jika tubuh kekurangan cairan dan terpapar panas, risiko heatstroke meningkat,” jelasnya.
Penggunaan pelindung seperti payung atau penutup kepala juga dianjurkan untuk mengurangi paparan langsung sinar matahari. Husnul menegaskan, cuaca panas yang disertai hujan tidak serta-merta menurunkan risiko, karena kelembapan tinggi justru mempercepat penguapan cairan tubuh.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa heatstroke dapat memicu kondisi serius, mulai dari dehidrasi berat hingga gangguan kardiovaskular. Dalam kondisi tertentu, paparan panas ekstrem dapat meningkatkan kerja jantung dan berisiko memicu pecahnya pembuluh darah di otak atau stroke.
“Heatstroke bisa menjadi pemicu awal stroke, terutama pada penderita hipertensi, diabetes melitus, atau yang memiliki riwayat stroke,” ungkapnya.
Dinkes juga mengimbau masyarakat melakukan penilaian kondisi kesehatan sebelum beraktivitas di luar ruangan. Sementara itu, terkait kemungkinan peningkatan kasus penyakit akibat cuaca panas, pihaknya masih melakukan evaluasi data secara berkala.
“Kami masih melakukan evaluasi terkait penyakit akibat dampak ini. Pemantauan dan sosialisasi terus dilakukan,” tandasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


