Advertisement
Peristiwa Daerah

Kirab Pusaka Leluhur dan Seribu Tenong Meriahkan Ruwat Bumi Sirukun Banjarnegara

Masyarakat Desa Sirukun Banjarnegara menggelar Ruwat Bumi dengan kirab 1.000 tenong dan benda pusaka. Tradisi ini menjadi potensi kuat untuk pengembangan desa wisata budaya.

TIMES Indonesia,
Kirab Pusaka Leluhur dan Seribu Tenong Meriahkan Ruwat Bumi Sirukun Banjarnegara
Prosesi kirab seribu Tenong berisi makanan khas Desa Sirukun. (FOTO: Kominfo Banjarnegara)
A-AA+

Banjarnegara Masyarakat Desa Sirukun, Kecamatan Kalibening, Kabupaten Banjarnegara, menggelar tradisi Ruwat Bumi dengan khidmat, Selasa (5/5/2026). Kirab pusaka dan iring-iringan seribu (1.000) tenong menjadi momen paling sakral dalam perhelatan budaya ini.

Tenong-tenong yang berisi aneka makanan khas Desa Sirukun tersebut dikirab oleh kaum perempuan berkeliling desa. Tradisi ini merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat atas hasil bumi yang melimpah.

Advertisement

Selain tenong, tampak dua gunungan berisi sayuran dan buah-buahan hasil kebun setempat turut dikirab bersama benda pusaka leluhur. Puncak acara ditandai dengan doa bersama dan makan bersama (kembul bujana) di lapangan Desa Sirukun. Kemeriahan semakin terasa dengan adanya pertunjukan seni, parade drumband, selawatan, hingga pagelaran wayang kulit.

makanan khas Desa Sirukun  2

Agenda Tahunan dan Pemersatu Warga

Kepala Desa Sirukun, Karli, mengungkapkan bahwa Ruwat Bumi merupakan agenda tahunan sebagai bentuk rasa syukur atas karunia Tuhan Yang Maha Esa.

"Ini merupakan bentuk rasa syukur masyarakat Sirukun karena bumi telah menghasilkan banyak tukulan atau rezeki," ujar Karli.

Ia menambahkan, selain sebagai ungkapan syukur, kegiatan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi dan memupuk persatuan warga. "Kegiatan ini diikuti oleh seluruh elemen masyarakat. Kami berharap warga Desa Sirukun semakin kompak, makmur, dan maju," imbuhnya.

Advertisement

Potensi Menjadi Desa Wisata

Apresiasi tinggi datang dari Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Banjarnegara, Kuat Herry Isnanto. Ia menilai kegiatan ini sarat akan nilai kearifan lokal dalam upaya nguri-nguri (melestarikan) warisan leluhur.

makanan khas Desa Sirukun 3

“Ini kegiatan yang luar biasa, melestarikan budaya dengan menjunjung nilai kebersamaan dan kehidupan yang guyub rukun," kata Kuat Herry.

Ia menekankan agar semangat gotong royong ini terus dijaga untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dalam membangun desa. Lebih lanjut, Kuat Herry mendorong Pemerintah Desa (Pemdes) Sirukun untuk mengajukan pembentukan desa wisata kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Menurutnya, Desa Sirukun telah memenuhi unsur Sapta Pesona. Daya tarik budaya lokal yang kuat, berpadu dengan kesadaran masyarakat yang tinggi, dinilai mampu menjadikan Sirukun sebagai destinasi wisata budaya unggulan di Banjarnegara. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Muchlas Hamidi
PenulisMuchlas HamidiBergabung dengan TIMES Indonesia sejah tahun 2020 Liputan : Sosial, Budaya, dan isu atau kejadian di daerah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia