Advertisement
Peristiwa Daerah

DPRD Soroti SiLPA Pemkot Batu Sebesar Rp 144 Miliar

DPRD Kota Batu menyoroti keras kinerja anggaran Pemkot Batu setelah Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dinilai menyisakan sejumlah persoalan krusial.

TIMES Indonesia,
DPRD Soroti SiLPA Pemkot Batu Sebesar Rp 144 Miliar
Rapat Paripurna di DPRD Kota Batu. (Foto : Galih Rakasiwi/TIMES Indonesia)
A-AA+

BATU Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batu menyoroti keras kinerja anggaran Pemerintah Kota (Pemkot) Batu setelah Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dinilai menyisakan sejumlah persoalan krusial. 

Sorotan utama mengarah pada membengkaknya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) yang dinilai tidak ideal.

Advertisement

Dalam evaluasi tersebut, DPRD mencatat SiLPA tahun 2025 mencapai Rp144 miliar, jauh melampaui target awal dalam APBD yang hanya diproyeksikan sekitar Rp90 miliar. Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar terkait efektivitas penyerapan anggaran oleh organisasi perangkat daerah (OPD).

Juru Bicara DPRD Kota Batu, Amirah Ghaida Dayanara, menegaskan angka SiLPA yang tinggi harus menjadi bahan evaluasi serius bagi pihak eksekutif.

"Ini perlu ditelusuri lebih dalam, apakah ada program yang tidak selesai atau pembayaran yang tertunda. Karena selisihnya cukup signifikan dari perencanaan awal," ujarnya, Rabu (6/5/2026).

Tak hanya itu, DPRD juga menilai potensi pendapatan daerah dari sektor pariwisata belum tergarap maksimal. Meski jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Batu menembus angka lebih dari 8 juta orang, kontribusi pajak dari sektor hotel, restoran, dan hiburan dinilai belum sebanding.

"Perlu ada strategi baru yang lebih efektif dalam optimalisasi pajak daerah, khususnya dari sektor pariwisata," imbuhnya.

Advertisement

Selain aspek fiskal, dewan turut menyoroti sejumlah proyek fisik yang mangkrak, termasuk pembangunan di lingkungan sekolah yang ditinggalkan oleh rekanan sebelum pekerjaan rampung. 

"Kondisi itu tentu merugikan banyak pihak, terutama siswa dan orang tua. Tolong Pemkot Batu meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan proyek, serta bersikap tegas terhadap kontraktor yang tidak memenuhi kewajibannya," kata politisi PDI Perjuangan tersebut.

Sementara itu, Plt Wali Kota Batu, Heli Suyanto, menyatakan pihaknya menerima seluruh masukan DPRD sebagai bahan evaluasi ke depan.

"Kami melihat ini sebagai bentuk penguatan. Rekomendasi DPRD akan kami jadikan pijakan untuk memperbaiki perencanaan dan pelaksanaan anggaran agar lebih tepat sasaran," katanya.

Ia memastikan seluruh OPD akan didorong untuk lebih cermat dan strategis dalam mengelola anggaran.

"Sehingga ke depan tidak lagi terjadi selisih besar antara perencanaan dan realisasi demi pelayanan kepada masyarakat yang prima," tegasnya.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Galih Rakasiwi
PenulisGalih RakasiwiBergabung dengan TIMES Indonesia sejak Februari 2026 dan bertugas di Malang Raya dan sekitarnya. Meliput berbagai isu baik politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis dan peristiwa yang bersifat lokal, nasional, dan internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia