Pegiat Komunitas RIP Pangandaran Dorong Penguatan Literasi Keuangan untuk ASN
Pengelolaan keuangan yang baik menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas kerja dan integritas ASN.
PANGANDARAN – Komunitas Ruang Intelektual Pemuda (RIP) Pangandaran menyampaikan surat berisi pandangan dan masukan terkait pentingnya penguatan literasi serta pengelolaan keuangan di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Pangandaran.
Pegiat RIP Pangandaran, Tatang Sutisna, mengatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya mendorong peningkatan kualitas tata kelola sumber daya manusia, khususnya dalam aspek kesehatan finansial.
"Kami menyampaikan pandangan ini sebagai bentuk kontribusi pemikiran agar ke depan terdapat penguatan dalam pengelolaan keuangan ASN, sehingga dapat menunjang kinerja dan profesionalitas," ujar Tatang, (6/5/2026).
Menurutnya, pengelolaan keuangan yang baik menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas kerja dan integritas ASN.
"Isu ini perlu dilihat sebagai ruang pembinaan dan penguatan kapasitas, bukan semata persoalan individu. Dengan pengelolaan keuangan yang sehat, ASN dapat bekerja lebih fokus dan optimal," tambahnya.
RIP Pangandaran juga menyoroti bahwa secara nasional dan regional, tantangan pengelolaan keuangan masyarakat semakin kompleks.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia masih belum sepenuhnya diiringi dengan perilaku keuangan yang sehat.
Di sisi lain, Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal juga terus menemukan maraknya praktik pinjaman online ilegal.
Selain itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mencatat bahwa aktivitas judi online masih menjadi persoalan serius dengan jutaan konten yang telah ditangani dalam beberapa tahun terakhir, menunjukkan tingginya eksposur masyarakat terhadap praktik tersebut.
"Kami tidak menggeneralisasi, namun fenomena ini menjadi alarm bersama bahwa risiko tekanan finansial akibat pinjaman tidak terkelola maupun aktivitas spekulatif seperti judi online perlu diantisipasi bersama, termasuk di lingkungan ASN," jelasnya.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu direspons dengan pendekatan yang lebih sistematis dan edukatif, agar tidak berdampak pada kinerja maupun integritas aparatur.
Adapun beberapa usulan yang disampaikan antara lain:
- Peningkatan program literasi dan edukasi keuangan bagi ASN
- Penguatan budaya hidup sederhana dan pengelolaan keuangan yang bijak
- Pembinaan internal sebagai langkah preventif untuk menjaga stabilitas finansial ASN
"Harapannya, pendekatan yang berbasis data, edukatif, dan preventif ini dapat memperkuat profesionalitas ASN sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap institusi," pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


