Advertisement
Peristiwa Daerah

Gunung Ageung di Majalengka Simpan Jejak Peradaban Kuno, Simpan 15 Situs Megalitikum

15 situs megalitikum di Gunung Ageung, Lemahsugih Majalengka, didorong jadi cagar budaya. Ada menhir & batu bermedan magnet. Disparbud teliti potensi sejarah. Medan berat, baru 7 situs terjangkau.

TIMES Indonesia,
Gunung Ageung di Majalengka Simpan Jejak Peradaban Kuno, Simpan 15 Situs Megalitikum
Disparbud Majalengka menulusuri Gunung Ageung Majalengka yang menyimpan 15 situs Megalitikum. (FOTO: Disparbud Majalengka for TIMES Indonesia)
A-AA+

MAJALENGKA Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, kembali menyimpan cerita besar dari masa silam. Di balik lebatnya hutan kawasan Gunung Ageung, Desa Cipasung, Kecamatan Lemahsugih, tersembunyi jejak peradaban kuno yang diyakini berasal dari tradisi megalitikum.

Sedikitnya 15 situs batu purba ditemukan tersebar di sejumlah titik, membuka tabir sejarah yang selama ini nyaris terlupakan. Hamparan batu tegak menyerupai menhir hingga susunan batu kuno di kawasan tersebut.

Advertisement

Kini menjadi perhatian serius Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Majalengka. Pemerintah daerah pun mulai mendorong situs-situs itu agar mendapat status resmi sebagai cagar budaya.

Disparbud Majalengka - 2

Keberadaan situs Gunung Ageung sebenarnya telah lama dikenal masyarakat setempat. Bahkan, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia telah memasang papan penanda resmi yang menjelaskan kawasan itu sebagai peninggalan tradisi megalitik dengan sejumlah titik penting bersejarah.

Beberapa lokasi yang berada di kawasan Gunung Ageung di antaranya Sanghyang Pamangkatan, Sanghyang Prabu Siliwangi, Sanghyang Ujung Kulon, Sanghyang Peti, hingga Sanghyang Bedil. Nama-nama tersebut dipercaya menyimpan keterkaitan dengan sejarah dan kepercayaan masyarakat masa lampau.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Majalengka, Rachmat Kartono, mengatakan kawasan Gunung Ageung memiliki nilai historis dan arkeologis yang sangat penting bagi perkembangan sejarah Majalengka.

Advertisement

"Di kawasan Gunung Ageung itu ada sekitar 15 situs megalitikum. Ini sedang kita dorong untuk ditetapkan sebagai cagar budaya melalui kajian Tim Ahli Cagar Budaya," ujar Rachmat, Kamis (7/5/2026).

Menurutnya, penelitian mengenai kawasan Gunung Ageung sebenarnya telah dilakukan sejak tahun 1996 oleh sejumlah peneliti dari luar daerah. Namun hingga kini, potensi sejarah di wilayah selatan Majalengka itu belum banyak terungkap secara luas kepada publik.

Ia menilai, keberadaan situs-situs tersebut menjadi bukti bahwa Majalengka memiliki jejak peradaban kuno yang masih tersimpan di alam terbuka. Karena itu, penelitian lanjutan dinilai penting untuk mengungkap sejarah yang lebih besar.

Rachmat mengaku telah beberapa kali meninjau langsung kawasan Gunung Ageung saat masih bertugas di wilayah Lemahsugih. Namun medan yang berat dan harus melewati kawasan hutan membuat seluruh titik situs belum dapat dijangkau sepenuhnya.

"Baru sekitar tujuh situs yang sempat kami kunjungi langsung karena akses menuju lokasi cukup berat," katanya.

Disparbud Majalengka - 1

Tak hanya menyimpan nilai sejarah, kawasan Gunung Ageung juga menghadirkan fenomena unik yang memunculkan rasa penasaran. Salah satu batu di lokasi tersebut disebut mampu membuat jarum kompas berputar cepat saat didekatkan.

Fenomena itu diduga dipengaruhi kandungan medan magnet yang cukup tinggi pada batu tertentu di kawasan tersebut. Temuan itu pun menjadi daya tarik tersendiri bagi para peneliti maupun pemerhati sejarah dan geologi.

Disparbud Majalengka kini terus mendorong proses penetapan kawasan Gunung Ageung sebagai cagar budaya. Langkah itu dilakukan sebagai upaya perlindungan situs sekaligus membuka peluang riset lebih mendalam mengenai jejak peradaban megalitikum di Kabupaten Majalengka.

"Majalengka itu menyimpan banyak arsip alam dan sejarah. Gunung Ageung salah satunya. Ini layak terus diteliti dan dijaga," tutur Rachmat. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Jaja Sumarja
PenulisJaja SumarjaSMA. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2019. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum dan kriminal, pemerintahan, pendidikan, seni, budaya serta isu lainnya
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia