TMMD 128 Gresik Jadi Wajah Kolaborasi TNI dan Rakyat, Danrem 084 Turun Langsung ke Lokasi
TMMD 128 Gresik di Desa Slempit, Kedamean, menjadi wujud kolaborasi TNI dan rakyat dalam percepatan pembangunan infrastruktur serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
GRESIK – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) 128 Gresik terus menunjukkan geliat pembangunan berbasis kolaborasi antara TNI dan masyarakat. Di tengah pengerjaan sejumlah proyek infrastruktur di Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, Komandan Korem (Danrem) 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Kohir turun langsung meninjau pelaksanaan program tersebut, Rabu (6/5/2026).
Kehadiran Brigjen TNI Kohir bukan sekadar kunjungan seremonial. Ia datang memastikan seluruh tahapan program berjalan sesuai target, mulai perencanaan, pelaksanaan, hingga hasil akhir yang nantinya dirasakan langsung masyarakat.
Dalam peninjauan itu, Danrem didampingi Komandan Kodim (Dandim) 0817/Gresik Letkol Inf Fadly Subur Karamaha selaku Dansatgas TMMD 128 Gresik. Keduanya meninjau sejumlah titik pengerjaan pembangunan fisik yang menjadi prioritas dalam program lintas sektoral tersebut.
Bagi TNI, TMMD bukan hanya agenda pembangunan infrastruktur desa. Lebih dari itu, program ini menjadi ruang penguatan hubungan sosial antara prajurit dan masyarakat melalui kerja bersama di lapangan.
“Saya selaku PKP sejak awal perencanaan memang bertugas mengawal pelaksanaan TMMD agar berjalan lancar, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan sampai selesai. Kita membantu mengoreksi dan memastikan program TMMD ini dilaksanakan tepat waktu, kualitasnya bagus dan tepat sasaran,” ujar Brigjen TNI Kohir.
Pernyataan itu menegaskan bahwa TMMD 128 Gresik tidak hanya mengejar penyelesaian proyek fisik, tetapi juga menekankan kualitas pembangunan agar benar-benar memberi dampak jangka panjang bagi warga desa.
Di Desa Slempit, semangat gotong royong masih menjadi denyut utama pelaksanaan program. Prajurit TNI dan warga terlihat bekerja berdampingan menyelesaikan berbagai sasaran pembangunan. Situasi tersebut mencerminkan semangat dasar TMMD yang sejak awal dibangun sebagai bentuk kemanunggalan TNI dan rakyat.
Menurut Brigjen TNI Kohir, keterlibatan masyarakat menjadi elemen penting yang menentukan keberhasilan program. Karena itu, warga tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga bagian aktif dalam proses pembangunan.
“Karena ini kerja sama antara TNI dan rakyat, maka masyarakat harus terlibat maksimal sehingga tumbuh kedekatan antara rakyat dengan TNI. Inilah wadah utama percepatan pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, proses pengerjaan yang dilakukan secara manual justru menjadi ruang interaksi sosial yang memperkuat solidaritas antara aparat dan masyarakat.
“Pelaksanaan TMMD dilakukan secara manual antara TNI dan rakyat. Dari situ solidaritas dan kerja sama terbangun sehingga kedekatan emosional semakin kuat,” tambahnya.
TMMD 128 Gresik sendiri menyasar berbagai kebutuhan dasar masyarakat desa yang selama ini menjadi perhatian pemerintah daerah dan TNI. Fokus pembangunan tidak hanya pada akses jalan, tetapi juga infrastruktur penunjang aktivitas ekonomi warga.
Beberapa sasaran fisik yang dikerjakan antara lain pembangunan jalan desa, pengaspalan Jalan Poros Desa (JPD), pengecoran Jalan Usaha Tani (JUT), normalisasi waduk, perbaikan pintu dam, hingga renovasi rumah tidak layak huni (RTLH).
Pembangunan jalan dan JUT misalnya, menjadi kebutuhan penting bagi warga untuk memperlancar mobilitas hasil pertanian. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan akses distribusi sekaligus mendukung produktivitas ekonomi masyarakat pedesaan.
Sementara normalisasi waduk dan perbaikan pintu dam dilakukan untuk mendukung pengelolaan irigasi pertanian agar lebih optimal, terutama dalam menjaga pasokan air bagi lahan pertanian warga.
Di sisi lain, renovasi RTLH menjadi bentuk perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat terkait hunian yang layak dan aman. Program tersebut sekaligus menunjukkan bahwa TMMD tidak hanya fokus pada pembangunan fasilitas umum, tetapi juga menyentuh langsung kebutuhan sosial warga.
Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Fadly Subur Karamaha memastikan seluruh pengerjaan terus dikawal agar berjalan sesuai rencana dan target waktu yang telah ditetapkan.
“Kami memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai rencana dan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan fisik, tetapi juga dari dampak yang dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
“Melalui kegiatan ini kami berharap kualitas hidup masyarakat semakin meningkat dan hasil pembangunan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang,” tandasnya.
Pelaksanaan TMMD 128 Gresik menjadi gambaran bagaimana pembangunan di tingkat desa tidak hanya membutuhkan anggaran dan program, tetapi juga keterlibatan sosial yang kuat antara pemerintah, aparat, dan masyarakat.
Di tengah tantangan pembangunan wilayah pedesaan, model kerja kolektif seperti TMMD dinilai tetap relevan karena mampu mempercepat pembangunan sekaligus memperkuat kohesi sosial masyarakat.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


