Pemkot Mojokerto Kembangkan Potensi Ekonomi Kreatif
Wali Kota Mojokerto Ning Ita dorong percepatan pertumbuhan ekonomi melalui pelatihan ekonomi kreatif pembuatan buket bagi kader PKK di Kelurahan Gunung Gedangan.
MOJOKERTO – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto terus mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif berbasis masyarakat. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melalui pelatihan pembuatan buket bagi anggota Tim Penggerak (TP) PKK Kelurahan Gunung Gedangan di Aula Kantor Kelurahan setempat, Kamis (7/5/2026).
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menyampaikan bahwa pelatihan keterampilan seperti pembuatan buket tidak sekadar menjadi aktivitas pengisi waktu luang. Kegiatan ini diarahkan agar mampu menjadi peluang usaha nyata yang meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“Harapannya pelatihan ini bisa menjadi sumber ekonomi bagi panjenengan. Tidak hanya sekadar bisa, tapi bagaimana ilmu yang didapat ini bisa menjadi sumber penghasilan dan mendorong panjenengan menjadi pelaku ekonomi kreatif,” ujar Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita tersebut, Kamis (7/5/2026).
Ning Ita menjelaskan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto saat ini berada di angka 5,34 persen. Meski positif, angka tersebut masih berada di bawah rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional dan Provinsi Jawa Timur, sehingga diperlukan upaya percepatan.
“Kalau bicara pertumbuhan ekonomi, itu terkait percepatan dan perlambatan. Bagaimana ekonomi Kota Mojokerto bisa tumbuh lebih cepat? Karena target nasional pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan Presiden berada di angka 8 persen,” jelasnya.
Menurutnya, strategi utama untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi adalah dengan mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif serta memastikan Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Industri Kecil Menengah (IKM) bisa "naik kelas". Ia pun mengapresiasi inisiatif Kelurahan Gunung Gedangan yang menghadirkan pelatihan ini dan berharap ada pendampingan serta kolaborasi usaha berkelanjutan.
Selain itu, Ning Ita menyinggung pentingnya inovasi di tengah situasi global yang berdampak pada kenaikan harga bahan baku. Ia mendorong para peserta untuk mulai memanfaatkan material daur ulang dan pengelolaan sampah sebagai bagian dari penguatan ekonomi kreatif. Langkah ini sekaligus mendukung program nasional dalam pengurangan sampah.
“Sekecil apa pun kegiatan yang dilakukan berbasis APBD, harus bisa mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto,” tegas Ning Ita.
Melalui pelatihan ini, anggota TP PKK Kelurahan Gunung Gedangan diharapkan tidak hanya menguasai keterampilan baru, tetapi juga mampu mengembangkan unit usaha kreatif yang bernilai ekonomi dan berkelanjutan di lingkungan masing-masing. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


