Gunung Dukono Meletus, Tiga Pendaki Meninggal, Dua Warga Singapura dan Satu WNI
Erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara menewaskan dua pendaki asal Singapura dan satu WNI. Sedikitnya 20 pendaki dilaporkan terjebak di kawasan gunung.
HALMAHERA – Erupsi Gunung Dukono pada Jumat (8/5/2026) menewaskan tiga pendaki, terdiri atas dua warga negara Singapura dan satu warga Indonesia. Peristiwa ini juga menyebabkan sedikitnya 20 pendaki terjebak di kawasan gunung.
Kapolres Halmahera Utara, Erlichson Pasaribu, mengatakan seorang warga Indonesia ditemukan meninggal dunia. Sebelumnya, pihak kepolisian menerima laporan dua pendaki asal Singapura juga meninggal akibat terdampak erupsi.
“Informasi dari BPBD dan Basarnas ada dua yang meninggal. Warga negara asing, orang Singapura,” ujar Erlichson Pasaribu kepada BBC News Indonesia, Jumat (8/5).
Ia menambahkan, saat ini sedikitnya 34 personel gabungan dari Polres Halmahera Utara, TNI, BPBD, dan Basarnas dikerahkan menuju lokasi untuk mengevakuasi para pendaki.
Menurut informasi yang diterima pihak kepolisian, para korban dan penyintas berada di sekitar bibir kawah Gunung Dukono.
“20 orang terjebak,” katanya.
Keterangan tersebut diperkuat laporan dari Basarnas yang menerima sinyal darurat atau SOS pada titik koordinat 1°42'13.7"N 127°52'50.2"E di kawasan Gunung Dukono.
Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, mengatakan laporan awal diterima dari Kepala Desa Mamuya yang menyatakan terdapat sejumlah pendaki yang mengalami luka-luka akibat terdampak aktivitas erupsi Gunung Dukono,” ujar Iwan.
“Menindaklanjuti insiden darurat tersebut, Kepala Desa Mamuya secara resmi meminta bantuan SAR untuk proses evakuasi para korban,” imbuhnya.
Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gunung Dukono mengalami erupsi pada pukul 07.41 WIT dengan tinggi kolom letusan mencapai sekitar 10.000 meter di atas puncak.
“Terjadi erupsi G. Dukono pada hari Jumat, 08 Mei 2026, pukul 07:41 WIT. Tinggi kolom letusan teramati ±10.000 meter di atas puncak,” tulis PVMBG.
PVMBG juga melaporkan kolom abu vulkanik teramati berwarna putih, kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal mengarah ke utara. Hingga laporan dibuat, aktivitas erupsi masih berlangsung. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


