Harga Aspal Naik, Pemkab Malang Sesuaikan Target Pembangunan Jalan
Kenaikan harga aspal akibat dampak geopolitik global mulai berpengaruh terhadap pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Malang.
Malang – Kenaikan harga aspal akibat dampak geopolitik global mulai berpengaruh terhadap pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Malang. Pemerintah Kabupaten Malang pun melakukan penyesuaian perencanaan agar program pembangunan dan pemeliharaan jalan tetap berjalan meski biaya material mengalami lonjakan.
Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma, mengatakan kenaikan harga aspal saat ini cukup signifikan karena dipengaruhi naiknya harga minyak dunia dan biaya distribusi.
“Jadi kalau terkait dengan kenaikan harga aspal, ini kan ada ekskalasi harga karena geopolitik ya. Kami sudah menyesuaikan, sudah kita antisipasi itu. Kenaikan harga aspal memang cukup signifikan,” ujarnya.
Menurut Khairul, kenaikan harga juga terjadi pada bahan pendukung lain, termasuk solar industri yang saat ini berada di kisaran Rp27 ribu hingga Rp30 ribu per liter.
“Kalau tidak salah hampir Rp31.000 per liter ya, Rp27.000 sampai Rp30.000. Ini bisa dibayangkan kalau kenaikan harga solar industri seperti itu berarti material-material lain ikut naik. Terutama aspal karena masih impor,” katanya.
Meski demikian, Pemkab Malang memastikan proyek pembangunan jalan tidak akan berhenti. Pemerintah daerah telah melakukan penyesuaian harga dalam dokumen perencanaan agar proyek tetap dapat dilaksanakan sesuai kemampuan anggaran.
“Tapi itu kan sudah kita review. Begitu kita mereview harga, maka ada penyesuaian harga di situ. Jadi jangan khawatir ini tidak bisa terlaksana,” jelas Khairul.
Ia mengakui, dampak kenaikan harga material kemungkinan akan memengaruhi target panjang jalan yang dapat dikerjakan dalam satu paket proyek. Namun kekurangan tersebut akan ditutupi melalui program pemeliharaan rutin kontraktual.
“Misalnya Rp1 miliar dengan harga aspal yang dulu dapat 1 kilometer, turun menjadi misalnya 900 meter. Nah sisa yang belum tertangani itu kita antisipasi dengan rutin kontraktual aspal,” terangnya.
Dengan strategi tersebut, DPUBM Kabupaten Malang optimistis tingkat kemantapan jalan di wilayah Kabupaten Malang tetap bisa dipertahankan.
“Saya masih yakin, masih optimis tingkat kemantapan jalan di Kabupaten Malang tidak akan turun drastis,” pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


