Advertisement
Peristiwa Daerah

Pastikan Zero Narkoba dan Penyelundupan Handphone di Lapas Bondowoso

Komitmen memberantas peredaran narkoba dan penggunaan handphone terus diperkuat oleh Lapas Kelas IIB Bondowoso. Pada Jumat (8/5/2026), pihak lapas menggelar razia kamar hunian sekaligus tes urine terhadap warga binaan dan petugas.

TIMES Indonesia,
Pastikan Zero Narkoba dan Penyelundupan Handphone di Lapas Bondowoso
Pemeriksaan kamar narapidana oleh petugas untuk memastikan tak ada penyelundupan handphone ilegal dan narkoba (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)
A-AA+

BONDOWOSO Komitmen memberantas peredaran narkoba dan penggunaan handphone terus diperkuat oleh Lapas Kelas IIB Bondowoso. Pada Jumat (8/5/2026), pihak lapas menggelar razia kamar hunian sekaligus tes urine terhadap warga binaan dan petugas. 

Dari hasil pemeriksaan tersebut, tidak ditemukan adanya narkoba maupun handphone ilegal di dalam lingkungan lapas.

Advertisement

Kepala Lapas Bondowoso, Nunus Ananto menyampaikan, kegiatan itu merupakan bagian dari program nasional yang dicanangkan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) untuk menciptakan lapas yang bersih dari penyalahgunaan narkoba dan peredaran alat komunikasi ilegal.

“Yang pertama tentunya kita bersyukur sudah bisa melaksanakan kegiatan sebagaimana yang sudah ditetapkan kementerian, yakni penggeledahan dengan target utama handphone dan narkoba,” ujar Nunus.

Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh di area hunian warga binaan. Selain itu, lapas juga menggandeng tenaga kesehatan untuk memberikan edukasi mengenai bahaya narkoba kepada para penghuni lapas.

Tidak hanya warga binaan, seluruh pegawai lapas turut menjalani tes urine. Sebanyak 67 petugas yang diperiksa dinyatakan negatif narkoba. 

Sementara itu kata dia, pemeriksaan terhadap warga binaan dilakukan menggunakan 200 alat tes urine yang didatangkan dari apotek di Jember, dan seluruh hasilnya juga menunjukkan negatif.

Advertisement

“Alhamdulillah hasilnya dari warga binaan negatif semua,” katanya.

Menurut Nunus, hasil tersebut menjadi bukti bahwa pengawasan di Lapas Bondowoso berjalan ketat dan konsisten. 

Ia menegaskan, pihaknya ingin mempertahankan kondisi lapas tetap aman, tertib, serta bebas dari penyalahgunaan narkoba maupun praktik penggunaan handphone ilegal.

Sebagai langkah antisipasi, lapas juga menyediakan layanan wartel khusus bagi warga binaan agar kebutuhan komunikasi dengan keluarga tetap dapat dilakukan melalui jalur resmi dan terkontrol.

Pengawasan internal lanjut dia, dilakukan secara berlapis mulai dari pemeriksaan pengunjung, pengecekan barang bawaan, hingga razia rutin oleh regu pengamanan. Pembinaan dan pengarahan kepada petugas juga terus dilakukan untuk memperkuat pengawasan di dalam lapas.

Ia memastikan, setiap indikasi pelanggaran akan ditindaklanjuti secara tegas demi menjaga integritas lembaga pemasyarakatan.

“Tentu hal ini menjadi cerminan bagi kami menjaga marwah pemasyarakatan dan menjaga Lapas Bondowoso tetap kondusif serta zero halinar (handphone, pungli dan narkoba),” ungkapnya.

Saat ini, jumlah penghuni Lapas Bondowoso tercatat mencapai 418 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 160 warga binaan merupakan narapidana kasus narkoba. Sebagian besar peserta tes urine yang diperiksa juga berasal dari kalangan napi kasus narkotika.

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Moh Bahri
PenulisMoh BahriSarjana Sosial (S.Sos) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq atau UIN KHAS Jember (2018). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2018 (Tugas di Kabupaten Bondowoso). Meliput berbagai topik: Politik, peristiwa, hukum, ekonomi, budaya, kuliner dan isu-isu lainnya di daerah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia