Wujudkan Generasi Emas 2045, Pemkab Majalengka Resmikan Program B2SA
Pemkab Majalengka meluncurkan Program B2SA di SDN 1 Padahanten untuk meningkatkan gizi anak, mencegah stunting, dan menyiapkan generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045.
MAJALENGKA – Di balik sebuah kegiatan sederhana, tersimpan langkah besar Pemerintah Kabupaten Majalengka (Pemkab Majalengka) dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Ya, hal itulah yang tercermin dalam suasana hangat penuh semangat di SDN 1 Padahanten, Jumat (8/5/2026). Ratusan siswa duduk rapi sambil menikmati menu sehat yang tersaji di hadapan mereka.
Di sini, Pemkab Majalengka resmi meluncurkan Program B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman) sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan kualitas gizi anak sejak usia dini.
Dalam kegiatan ini, para siswa mendapatkan edukasi mengenai pentingnya pola makan sehat dan gizi seimbang, mulai konsumsi karbohidrat, protein, sayuran, buah hingga kebiasaan memilih makanan yang aman dan higienis.
Bupati Majalengka, H. Eman Suherman menegaskan bahwa kualitas generasi masa depan sangat ditentukan oleh kesehatan dan pola konsumsi anak sejak dini.
Menurutnya, program B2SA menjadi langkah strategis untuk mencegah stunting sekaligus membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
"Pola makan yang benar akan membentuk fisik yang kuat dan otak yang cerdas. Saya ingin anak-anak di Majalengka tumbuh sehat tanpa ancaman stunting. Jika fisiknya sehat, maka semangat belajarnya juga akan tinggi," ujar Eman.
Ia juga mengajak sekolah, guru, orang tua, hingga pemerintah desa untuk bersama-sama mengawasi pola konsumsi anak agar lebih sehat dan terhindar dari kebiasaan jajan sembarangan.
Sementara Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Majalengka, Gatot Sulaeman mengatakan program B2SA tidak hanya fokus pada ketersediaan pangan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat terhadap kualitas makanan yang dikonsumsi setiap hari.
Menurutnya, makanan sehat tidak selalu mahal. Pemanfaatan bahan pangan lokal dinilai mampu menciptakan menu sehat yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman bagi anak-anak.
Pada tahun 2026, program B2SA menyasar 245 siswa yang belum menerima program makan bergizi gratis.
Menu yang diberikan terdiri dari telur, tahu, tempe, sayuran, buah-buahan, susu, hingga makanan ringan bergizi berbahan pangan lokal khas Majalengka.
Kepala SDN 1 Padahanten, Lita Zakiah mengapresiasi dipilihnya sekolah mereka sebagai lokasi peluncuran program tingkat kabupaten.
Ia berharap edukasi B2SA mampu membentuk kebiasaan makan sehat di lingkungan sekolah maupun keluarga.
Kegiatan ditutup dengan pemberian paket makanan sehat secara simbolis kepada para siswa dan makan bersama menu B2SA.
Suasana antusias terlihat dari para siswa yang menikmati hidangan sehat sambil mengikuti edukasi tentang pentingnya gizi bagi masa depan mereka. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


