Advertisement
Peristiwa Daerah

Harga Sapi Naik Jelang Idul Adha, Warga Yogyakarta Mulai Beralih ke Kambing dan Domba

Perubahan dipicu oleh kenaikan harga sapi yang cukup tinggi, ditambah kondisi daya beli masyarakat yang dinilai belum sepenuhnya pulih.

TIMES Indonesia,
Harga Sapi Naik Jelang Idul Adha, Warga Yogyakarta Mulai Beralih ke Kambing dan Domba
Jelang Idul Adha 1447 H, harga sapi naik drastis. (FOTO: Pemkot Jogja for TIMES Indonesia)
A-AA+

YOGYAKARTA Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, tren pembelian hewan kurban di Kota Yogyakarta mengalami perubahan cukup signifikan.

Jika pada tahun-tahun sebelumnya sapi menjadi primadona masyarakat, kini banyak warga mulai beralih memilih kambing dan domba sebagai hewan kurban.

Advertisement

Perubahan tersebut dipicu oleh kenaikan harga sapi yang cukup tinggi, ditambah kondisi daya beli masyarakat yang dinilai belum sepenuhnya pulih.

Akibatnya, hewan kurban dengan harga lebih terjangkau menjadi pilihan utama warga tahun ini.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, mengungkapkan hal tersebut saat melakukan pemantauan pasokan hewan ternak jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Adha 1447 H di UD Segar Farm, Jumat (8/5/2026).

Menurut Wawan, harga sapi kurban saat ini berada di kisaran Rp24 juta hingga Rp70 juta per ekor. Namun, sapi dengan harga sekitar Rp25 juta menjadi yang paling banyak dicari masyarakat.

“Memang ada pergeseran. Tahun ini masyarakat cenderung memilih kambing atau domba dibanding sapi karena faktor harga dan kondisi ekonomi,” ujarnya.

Advertisement

Harga Sapi Naik, Permintaan Menurun

Kenaikan harga sapi kurban menjadi salah satu faktor utama berubahnya pola pembelian masyarakat.

Jika tahun lalu harga sapi masih berkisar Rp19 juta hingga Rp20 juta, kini harga termurah sudah menyentuh angka Rp24 juta per ekor.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sukidi, mengatakan kenaikan harga sapi cukup terasa dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara harga kambing dan domba relatif stabil, bahkan beberapa jenis mengalami penurunan harga.

“Kalau kambing masih cukup stabil, sehingga masyarakat lebih banyak melirik kambing dan domba untuk kurban tahun ini,” kata Sukidi.

Ia menilai secara keseluruhan stok hewan kurban sebenarnya melimpah. Namun masyarakat kini lebih selektif dan memilih hewan yang sesuai kemampuan finansial.

“Jumlah hewannya sebenarnya banyak, tetapi daya beli masyarakat terlihat menurun sehingga terjadi pergeseran pilihan,” tambahnya.

Stok Hewan Kurban di Jogja Dipastikan Aman

Meski terjadi perubahan tren pembelian, Pemerintah Kota Yogyakarta memastikan stok hewan kurban menjelang Idul Adha tetap aman dan terkendali.

Pasokan hewan kurban untuk Kota Yogyakarta masih didominasi dari luar daerah karena keterbatasan peternakan lokal.

Untuk sapi, ketersediaan di dalam kota hanya sekitar 200 ekor, sehingga kebutuhan dipenuhi dari sejumlah daerah pemasok seperti Wonosari, Madura, hingga Bali.

“Insyaallah kebutuhan masyarakat tetap bisa terpenuhi karena suplai dari luar daerah cukup aman,” jelas Wawan.

Sementara itu, data Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta menunjukkan pada Idul Adha tahun lalu terdapat sebanyak 8.253 ekor hewan kurban yang dipotong di luar rumah potong hewan (RPH).

Jumlah tersebut terdiri dari 2.477 sapi, 1.342 kambing, dan 4.434 domba.

Untuk Idul Adha 2026, jumlah hewan kurban diperkirakan mencapai sekitar 7.952 ekor dengan sekitar 600 titik lokasi pemotongan yang tersebar di wilayah Kota Yogyakarta.

Pengawasan Hewan Kurban Diperketat

Selain memastikan stok aman, Pemkot Yogyakarta juga memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban guna mengantisipasi penyebaran penyakit menular seperti antraks maupun penyakit hewan lainnya.

Wawan mengatakan seluruh hewan kurban yang masuk akan diperiksa kesehatannya secara ketat. Pemeriksaan dilakukan bersama Balai Veteriner Wates dan tim kesehatan hewan dari pemerintah daerah.

“Pemeriksaan laboratorium juga sudah disiapkan agar hewan yang dipotong benar-benar sehat dan layak konsumsi,” katanya.

Setiap hewan kurban yang masuk ke Kota Yogyakarta diwajibkan memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) serta sertifikat veteriner. Namun demikian, petugas tetap melakukan pemeriksaan ulang di lapangan.

Pengawasan tidak hanya dilakukan di kandang peternak, tetapi juga pada pasar tiban hewan kurban yang mulai bermunculan menjelang Idul Adha.

“Petugas kami akan memantau setiap hari sejak pasar tiban mulai beroperasi sampai selesai,” ujar Sukidi.

Bahkan pada Idul Adha tahun lalu, Pemkot Yogyakarta menerjunkan sekitar 120 petugas gabungan yang terdiri dari mahasiswa, dokter hewan, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, hingga unsur Kementerian Agama.

Penjualan Sapi Diprediksi Turun

Di sisi lain, pengelola UD Segar Farm, Suharsoyo, mengungkapkan penjualan sapi kurban tahun ini diprediksi menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada Idul Adha tahun lalu, pihaknya mampu menjual hingga 302 ekor sapi. Namun tahun ini angka penjualan diperkirakan turun menjadi sekitar 250 ekor.

“Banyak panitia kurban yang biasanya pesan 10 ekor, sekarang turun jadi tujuh atau delapan ekor saja,” ungkapnya.

Saat ini stok sapi di peternakan tersebut mencapai sekitar 92 ekor dan akan terus ditambah secara bertahap hingga mencapai 250–300 ekor menjelang Idul Adha.

Berbagai jenis sapi tersedia di peternakan itu, mulai dari Limosin, Metal, PO, Madura hingga Ongole Pagon.

Dari berbagai jenis tersebut, sapi Limosin masih menjadi favorit masyarakat dengan kisaran harga Rp25 juta hingga Rp30 juta per ekor.

“Harga sapi tahun ini naik sekitar Rp1,2 juta sampai Rp1,5 juta dibanding tahun lalu,” jelas Suharsoyo.

Pemerintah Kota Yogyakarta juga mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru membeli hewan kurban. Selain stok masih aman, masyarakat diminta memilih lokasi pembelian yang sudah terpantau kesehatannya.

Dengan membeli hewan kurban di tempat yang resmi dan diawasi pemerintah, masyarakat diharapkan mendapatkan hewan yang sehat, layak potong, dan sesuai syariat.

“Masyarakat tidak perlu panik karena stok masih terkendali. Yang penting membeli di tempat yang sudah terjamin kesehatan hewannya,” jelas Wawan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Soni Haryono
PenulisSoni HaryonoSarjana Ekonomi UPN Veteran Yogyakarta (1993). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2019. Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan pemerintahan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia