Advertisement
Peristiwa Daerah

Ketua KPI Pusat Ungkap Jejak Literasi KH Wahab Hasbullah

Ubaidillah, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menyebut bahwa KH. Wahab Hasbullah sebagai salah satu pelopor literasi dari kalangan

TIMES Indonesia,
Ketua KPI Pusat Ungkap Jejak Literasi KH Wahab Hasbullah
Ubaidillah, Ketua KPI Pusat saat menjadi narasumber seminar nasional di aula Unwaha Jombang, Sabtu (9/5/2026). (FOTO: Rohmadi/TIMES Indonesia)
A-AA+

JOMBANG Ubaidillah, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menyebut bahwa KH. Wahab Hasbullah sebagai salah satu pelopor literasi dari kalangan pesantren. 

Hal itu, ia sampaikan pada Seminar Nasional bertema “Membangun Generasi Muda Cerdas Media dalam Era Penyiaran Digital” yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas KH. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang di Aula Unwaha Jombang, Sabtu (9/5/2026). 

Advertisement

Seminar tersebut menjadi ruang diskusi bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan perkembangan media digital yang semakin pesat, sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang bijak, kritis, dan produktif dalam memanfaatkan media penyiaran digital.

Dalam kesempatan itu, dibahas pula keteladanan perjuangan KH. Wahab Hasbullah atau yang akrab disapa Mbah Wahab sebagai tokoh nasional, ulama, sekaligus pelopor literasi dan media.

Ubaidillah, menyampaikan bahwa perjuangan KH. Wahab Hasbullah dalam memperoleh gelar Pahlawan Nasional tidaklah mudah. Banyak dokumen pendukung perjuangan beliau yang sulit ditemukan.

“Saya bersaksi saat proses penganugerahan gelar pahlawan nasional. Ketika mendampingi dewan gelar pahlawan nasional, banyak dokumen perjuangan Mbah Wahab sulit dicari. Akhirnya dokumen-dokumen penting ditemukan di Pesantren Tebuireng,” ujarnya.

Menurutnya, kontribusi KH. Wahab Hasbullah terhadap bangsa sangat besar, salah satunya melalui perjuangan Komite Hijaz yang memiliki peran penting dalam menjaga tradisi dan kebebasan umat Islam Indonesia untuk berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW di Tanah Suci.

Advertisement

“Kalau bukan karena peran Mbah Wahab dalam Komite Hijaz, mungkin umat Islam Indonesia tidak lagi leluasa menjalankan tradisi ziarah ke makam Kanjeng Nabi Muhammad SAW,” katanya.

Selain dikenal sebagai ulama dan pejuang bangsa, KH. Wahab Hasbullah juga disebut sebagai tokoh literasi dan media. Ia tercatat pernah terlibat dalam pendirian media cetak di Surabaya dan memiliki pandangan jauh ke depan terkait perkembangan teknologi komunikasi.

“Sekitar tahun 1960-an, Mbah Wahab bahkan sudah memprediksi akan hadirnya era digital seperti televisi dan radio modern. Hal itu pernah beliau sampaikan kepada anak-anaknya,” ungkapnya.

Ketua KPI, Ubaidillah, dalam seminar tersebut mengajak mahasiswa untuk mengambil peran aktif dalam menciptakan ekosistem digital yang sehat melalui penyebaran konten edukatif dan positif.

Di tengah derasnya arus informasi digital, mahasiswa dinilai memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga ruang digital dari penyebaran hoaks, ujaran kebencian, hingga paham radikalisme.

“Teman-teman mahasiswa harus mampu membanjiri media sosial dan ruang digital dengan konten-konten positif, termasuk konten pesantren dan nilai-nilai kebangsaan. Jangan sampai ruang digital dikuasai konten negatif maupun radikal,” tegasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia