Warga Seneporejo Banyuwangi Kaget, PTPN XI Klaim Sudah Salurkan CSR Rp800 Juta sejak 2018
Ratusan warga Desa Seneporejo, Kecamatan Siliragung, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, memadati SDN 5 Seneporejo pada Jumat (8/5/2026) untuk mengikuti musyawarah terkait kerusakan jalan desa yang selama puluhan tahun belum mendapat perbaikan menyelur
BANYUWANGI – Ratusan warga Desa Seneporejo, Kecamatan Siliragung, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, memadati SDN 5 Seneporejo pada Jumat (8/5/2026) untuk mengikuti musyawarah terkait kerusakan jalan desa yang selama puluhan tahun belum mendapat perbaikan menyeluruh.
Musyawarah tersebut dihadiri Kepala Desa Seneporejo Markus Ardianto, perwakilan PTPN XI Kebun Banyuwangi Raya HGU Benculuk, Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) Siliragung, serta tokoh masyarakat.
Juru bicara warga, Anang Setiawan, ST, SH, mengatakan masyarakat telah lama menghadapi kondisi jalan yang rusak parah. Saat musim hujan, jalan berubah menjadi berlumpur, sedangkan pada musim kemarau dipenuhi debu.

"Warga sudah puluhan tahun harus berjibaku dengan kondisi jalan berlubang, berlumpur saat musim hujan, dan dipenuhi debu ketika musim kemarau, tanpa pernah ada perbaikan menyeluruh yang benar-benar dirasakan masyarakat," kata Anang, Sabtu (9/5/2026).
Menurut Anang, masyarakat menilai PTPN XI Kebun Banyuwangi Raya HGU Benculuk selama ini tidak pernah melakukan perbaikan jalan, padahal akses tersebut menjadi jalur vital bagi warga, khususnya di Dusun Wonorejo.
Dalam forum musyawarah, perwakilan manajemen PTPN XI Kebun Banyuwangi Raya HGU Benculuk, Erwan Setiawan, SE, menyampaikan bahwa perusahaan secara rutin menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) kepada Pemerintah Desa Seneporejo.
Ia mengungkapkan, total dana CSR yang telah disalurkan sejak 2018 hingga 2026 mencapai lebih dari Rp800 juta.
Informasi tersebut mengejutkan warga yang mengaku tidak mengetahui besarnya kontribusi CSR dari perusahaan kepada desa mereka.
Meski demikian, Erwan menegaskan pihaknya siap berkolaborasi dengan Perhutani KPH Banyuwangi Selatan dan Pemerintah Desa Seneporejo untuk mencari solusi atas persoalan jalan rusak.
"Perbaikan jalan nantinya akan diupayakan melalui program yang dimiliki masing-masing instansi. PTPN XI Kebun Banyuwangi Raya HGU Benculuk akan mengakomodasi melalui program CSR," ujar Erwan.
Dalam musyawarah tersebut, warga menyepakati tiga tuntutan utama. Pertama, meminta pembangunan jalan permanen berupa hotmix dengan lebar 6 meter dan ketebalan 15 sentimeter pada akses menuju kantor PTPN XI Kebun Banyuwangi Raya HGU Benculuk.
Kedua, apabila tuntutan tersebut belum direalisasikan hingga masa panen tebu tiba, warga mengancam akan menutup jalan bagi kendaraan pengangkut tebu milik perusahaan.
Ketiga, Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, PTPN XI Kebun Banyuwangi Raya HGU Benculuk, dan Pemerintah Desa Seneporejo sepakat berkolaborasi membangun jalan melalui program masing-masing.
Menanggapi ancaman penutupan jalan, Erwan mengatakan pihaknya akan terus melakukan komunikasi dan mediasi dengan warga agar aktivitas operasional perusahaan dan mobilitas masyarakat tetap berjalan kondusif.
"Kami memahami keinginan masyarakat untuk memiliki jalan yang layak. Namun karena ada regulasi yang harus dilalui, kami meminta masyarakat bersabar sambil kami komunikasikan secepatnya dengan pimpinan," jelasnya.
Administratur Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, Wahyu Dwi Hatmojo, S.Hut., MM, menyatakan pihaknya mendukung aspirasi masyarakat, meski proses realisasi tetap harus melalui mekanisme pengusulan.
"Kami berdampingan dengan warga. Namun kami minta masyarakat untuk bersabar, karena harus melalui usulan," katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Seneporejo Markus Ardianto menjelaskan bahwa akses jalan di Dusun Wonorejo berstatus sebagai jalan kabupaten, sehingga Pemerintah Desa tidak memiliki kewenangan untuk menganggarkan pembangunan.
Menurutnya, Pemerintah Desa telah mengajukan usulan kepada Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, Perumahan dan Permukiman (PU CKPP) Kabupaten Banyuwangi.
"Kami sudah menghadap Dinas PU CKPP Banyuwangi. Insya Allah akhir tahun bisa dianggarkan oleh dinas," ujarnya.
Warga berharap polemik kerusakan jalan di Desa Seneporejo segera mendapatkan solusi konkret. Mereka juga meminta Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memberikan perhatian lebih terhadap kondisi infrastruktur jalan yang menjadi akses utama masyarakat.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


