Lapas Malang Deklarasi Perang terhadap HP Ilegal dan Narkoba, Pegawai Siap Disanksi Tegas
Lapas Kelas I Malang gelar apel dan ikrar berantas handphone ilegal, narkoba, dan penipuan (HALINAR). Pegawai siap sanksi tegas, seluruh diuji urine, BNNK sosialisasi.
MALANG – Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Malang (Lapas Malang) menyatakan perang terbuka terhadap peredaran handphone ilegal, narkoba, dan praktik penipuan di dalam lapas. Komitmen itu ditegaskan melalui Apel dan Ikrar Bersama “Pemasyarakatan Bersih dari Handphone Ilegal, Narkoba, dan Penipuan” yang digelar di Lapangan Senopati Lapas Kelas I Malang.
Kegiatan dipimpin langsung Kalapas Kelas I Malang, Christo Victor Nixon Toar dan diikuti seluruh jajaran pegawai. Sejumlah unsur TNI, Polri hingga BNN/BNNK turut hadir sebagai bentuk sinergi pengawasan dan penegakan hukum di lingkungan pemasyarakatan.
Dalam amanatnya, Christo menegaskan tidak ada ruang toleransi bagi praktik HALINAR, yakni handphone ilegal, narkoba, dan penipuan di dalam lapas. Menurutnya, pemberantasan harus dimulai dari integritas seluruh petugas.
“Tidak boleh ada toleransi terhadap handphone ilegal, narkoba, maupun praktik penipuan di dalam Lapas. Seluruh jajaran harus memiliki komitmen yang sama untuk menjaga keamanan dan kepercayaan masyarakat terhadap Pemasyarakatan,” ujar Christo, Sabtu (9/5/2026).
Ia menekankan, pengawasan harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan agar potensi gangguan keamanan bisa dicegah sejak dini.
"Momentum ikrar bersama ini menjadi simbol keseriusan Lapas Malang dalam membangun lingkungan pemasyarakatan yang bersih dan profesional," ungkapnya.
Dalam ikrar yang dibacakan bersama, seluruh petugas menyatakan kesiapan memberantas peredaran handphone ilegal, narkoba, serta praktik penipuan di lingkungan lapas. Bahkan, para pegawai juga siap menerima sanksi tegas apabila terbukti terlibat dalam pelanggaran tersebut.
"Deklarasi itu sekaligus menjadi penguatan budaya kerja yang menekankan kedisiplinan, tanggung jawab, dan profesionalisme aparatur pemasyarakatan," ucapnya.
Usai apel, seluruh pegawai langsung menjalani tes urine sebagai langkah deteksi dini dan pengawasan internal. Di saat bersamaan, BNN/BNNK juga memberikan sosialisasi kepada warga binaan terkait bahaya penyalahgunaan narkotika dan langkah pencegahannya di dalam lapas.
Lapas Malang memastikan langkah pemberantasan HALINAR tidak berhenti pada seremoni semata.
"Razia rutin, penguatan pengawasan, hingga kolaborasi dengan aparat penegak hukum akan terus dilakukan untuk memastikan lingkungan lapas tetap aman dan steril dari pelanggaran," tandasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


