Ironi Idul Adha Stok Kurban Jatim Melimpah, tapi Harga Domba Bikin Peternak Menjerit
Stok hewan kurban Jatim surplus jelang Idul Adha 2026. Namun, peternak domba terpukul akibat harga jual anjlok hingga DPRD mendorong intervensi pasar dan perluasan distribusi.
SURABAYA – Menjelang perayaan Idul Adha 2026 Jawa Timur kembali mengukuhkan posisinya sebagai lumbung ternak nasional. Meski stok hewan kurban dipastikan surplus, kabar duka justru datang dari para peternak domba yang harus menelan pil pahit akibat anjloknya harga jual di pasaran.
Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Khusnul Khuluk, mengungkapkan bahwa melimpahnya pasokan saat ini merupakan bukti keberhasilan Dinas Peternakan Jatim dalam menjaga rantai produksi. Namun, ia menyayangkan kondisi ini tidak dibarengi dengan stabilitas harga yang berpihak pada peternak kecil.
"Alhamdulillah, stok hewan kurban di Jawa Timur dipastikan surplus. Ini menunjukkan keberhasilan pengembangan sektor peternakan kita," ujar Khusnul.
Namun, di balik angka surplus tersebut, Khusnul menemukan fakta lapangan yang memprihatinkan. Di beberapa daerah, harga domba merosot tajam hingga menyentuh level yang tidak masuk akal jika dibandingkan dengan biaya operasional pakan dan perawatan.
“Kondisi harga domba sangat memprihatinkan. Di daerah saya, domba seberat 20 kilogram hanya dihargai sekitar Rp 500 ribu. Bahkan anakan domba cuma Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu, ini hampir setara harga ayam jago,” tegas legislator asal Fraksi PKS tersebut.
Kontras dengan nasib domba, Khusnul menyebut harga sapi dan kambing relatif masih stabil dan memberikan margin keuntungan yang sehat bagi peternak. Kondisi ini pun dinilai menjadi paradoks di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang hari raya kurban.
Guna mengatasi masalah ini, DPRD Jatim mendorong pemerintah provinsi untuk segera melakukan intervensi pasar. Khusnul menyarankan agar Pemprov Jatim tidak hanya fokus pada pengawasan stok, tetapi juga aktif menjadi jembatan pemasaran ke luar daerah.
"Kami berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait bisa mencarikan pasar di luar Jawa Timur, seperti ke Kalimantan atau provinsi lain yang kebutuhannya tinggi. Jangan sampai jerih payah peternak kita tidak bisa dinikmati karena harga yang hancur di pasar lokal," tambahnya.
Di akhir penjelasannya, Khusnul juga mengajak masyarakat yang mampu untuk tidak ragu berkurban tahun ini. Menurutnya, ibadah kurban memiliki efek domino ekonomi yang besar, terutama dalam membantu memulihkan kesejahteraan para peternak rakyat yang tengah terhimpit harga. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


