Advertisement
Peristiwa Daerah

Bupati Sumba Timur Dorong Produktivitas Pertanian lewat Program Oplah

Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali mendorong peningkatan produktivitas pertanian melalui program Oplah saat panen raya padi di Desa Tanarara, Kecamatan Lewa.

TIMES Indonesia,
Bupati Sumba Timur Dorong Produktivitas Pertanian lewat Program Oplah
Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali tengah melakukan panen padi di Desa Tanarara.(FOTO: Bag. Protokol Pemkab Sumba Timur)
A-AA+

SUMBA TIMUR Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali mendorong peningkatan produktivitas pertanian melalui program Optimalisasi Lahan (Oplah) saat menghadiri panen raya padi di Desa Tanarara, Kecamatan Lewa, Minggu (10/5/2026).

Umbu Lili mengatakan program Oplah menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat swasembada dan ketahanan pangan. Menurutnya, masih banyak lahan pertanian di wilayah Lewa yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Advertisement

“Melalui program ini diharapkan lahan-lahan yang belum tergarap dapat dikelola dengan baik untuk mendukung produksi pangan,” katanya.

Ia menjelaskan, Poktan Rinjungu Pahamu I menjadi salah satu dari 35 kelompok tani di Kecamatan Lewa yang menerima bantuan program Oplah. Bantuan tersebut berupa pembangunan jaringan irigasi dan benih padi sawah varietas Inpari-32 untuk lahan seluas 20 hektare.

Umbu Lili mengapresiasi para petani yang berhasil melaksanakan panen perdana sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional. Pemkab Sumba Timur juga menyerahkan dua unit mesin Combine Harvester kepada BP3K untuk membantu proses panen petani di Kecamatan Lewa dan sekitarnya.

“Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan hasil panen dan mengurangi kehilangan produksi,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sumba Timur Yonathan Hani mengajak seluruh kelompok tani menjaga semangat gotong royong dan memanfaatkan bantuan pemerintah secara berkelanjutan.

Advertisement

Yonathan menyebut program Oplah dari Kementerian Pertanian di Sumba Timur menyasar 121 kelompok tani dengan total luasan lahan mencapai 3.378 hektare. Khusus di Kecamatan Lewa, lahan yang dioptimalisasi mencapai 1.101 hektare. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Moh Habibudin
PenulisMoh HabibudinPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2020. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia