Advertisement
Peristiwa Daerah

Ponpes Mamba’ul Ma’arif Bangun Rumah Pengelolaan Sampah, Dorong Budaya Peduli Lingkungan

Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang meresmikan Rumah Pengelolaan Sampah untuk membangun budaya peduli lingkungan dan pengelolaan sampah berkelanjutan.

TIMES Indonesia,
Ponpes Mamba’ul Ma’arif Bangun Rumah Pengelolaan Sampah, Dorong Budaya Peduli Lingkungan
Peresmian Rumah Penglolaan sampah milik Pondok Pesantren Mambaul Ma'arif Denanyar Jombang. (FOTO: Rohmadi/TIMES Indonesia)
A-AA+

JOMBANG Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang membuka Rumah Pengelolaan Sampah sebagai bagian dari penguatan program lingkungan dan pengelolaan sampah terpadu berbasis pesantren.

Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pesantren bersama P3M dan Coca-Cola Europacific Partners (CCEP) dalam upaya membangun budaya peduli lingkungan di lingkungan pesantren.

Advertisement

Pembukaan Rumah Pengelolaan Sampah menjadi langkah nyata pesantren dalam mendukung pengurangan sampah melalui sistem pengelolaan yang lebih terstruktur, edukatif, dan berkelanjutan.

Acara peresmian dihadiri sejumlah pihak yang terlibat dalam pengembangan program. Perwakilan CCEP, Anang Zakariah, turut memberikan sambutan dan dukungan terhadap penguatan pengelolaan sampah berbasis komunitas pesantren.

Khoerudin dari P3M menegaskan pentingnya penguatan kelembagaan lingkungan di pesantren sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan ini juga dihadiri Maman Abdurrahman dan Abdurahman Mubarok yang selama ini aktif mendampingi pengembangan program pengelolaan sampah di lingkungan pesantren.

Dari unsur pesantren, hadir Najwa Fikri serta Siti Chaulatul Aimmah yang memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan program lingkungan berbasis pesantren.

Advertisement

Ketua Eco Pesantren Mamba’ul Ma’arif, Hilmy, menegaskan bahwa pengembangan Rumah Pengelolaan Sampah merupakan gerakan sosial sekaligus edukasi lingkungan yang berorientasi pada pembangunan budaya hidup bersih dan keberlanjutan lingkungan di pesantren.

Menurutnya, program tersebut tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan ekonomi, melainkan menjadi ikhtiar bersama dalam membangun kesadaran kolektif santri terhadap pentingnya menjaga lingkungan hidup.

“Pengelolaan sampah di pesantren ini merupakan kegiatan sosial dan bentuk ikhtiar bersama dalam menjaga sustainable environment atau keberlanjutan lingkungan. Fokus utama kami bukan semata-mata pada aspek ekonomi, tetapi bagaimana membangun budaya peduli lingkungan, kebersihan, dan tanggung jawab bersama di kalangan santri,” ujar Hilmy saat dikonfirmasi, Minggu (10/5/2026). 

Pria yang akrab disapa Gus Hilmy menambahkan, apabila di masa mendatang Rumah Pengelolaan Sampah mampu menghasilkan nilai ekonomi dari pengelolaan sampah organik maupun anorganik, maka hal tersebut menjadi nilai tambah untuk mendukung keberlanjutan program lingkungan pesantren.

“Jika nantinya rumah sampah ini memiliki income atau pendapatan dari hasil pengelolaan sampah, maka itu merupakan nilai tambah dari kegiatan sosial lingkungan yang sedang kami bangun bersama,” tambahnya.

Rumah Pengelolaan Sampah tersebut diharapkan menjadi pusat pengelolaan sampah terpadu yang meliputi pemilahan sampah, pengolahan sampah organik melalui budidaya maggot dan kompos, pengumpulan sampah anorganik bernilai ekonomi, hingga edukasi lingkungan bagi santri dan masyarakat sekitar.

Dengan jumlah santri mencapai lebih dari 6.000 orang, keberadaan Rumah Pengelolaan Sampah dinilai menjadi langkah strategis dalam mengurangi timbulan sampah pesantren sekaligus membangun budaya hidup bersih, sehat, dan berkelanjutan.

"Melalui kolaborasi bersama berbagai pihak, Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar berharap program ini dapat menjadi model pengelolaan sampah berbasis pesantren yang mampu memberikan dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan," harapnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rohmadi
PenulisRohmadiSarjana Manajemen Pendidikan Islam - STIT - Al Urwatul Wutsqo Jombang (2019), Magister Manajemen Pendidikan Islam - Unipdu Jombang (2023). Jurnalis, Akademisi dan Penulis Buku, Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2020. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, religi, seni, budaya dan sejarah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia