Advertisement
Peristiwa Daerah

DIFA 2026 Jadi Alarm Dini, BPBD Kota Batu Siaga Hadapi Ancaman Kemarau Ekstrem

BPBD Kota Batu meminta masyarakat lebih waspada dan tidak membuka lahan dengan cara dibakar karena dapat memicu kebakaran yang meluas.

TIMES Indonesia,
DIFA 2026 Jadi Alarm Dini, BPBD Kota Batu Siaga Hadapi Ancaman Kemarau Ekstrem
Ilustrasi. Saat musim kemarau kebakaran sering kali terjadi di Kota Batu. (Foto: BPBD Kota Batu for TIMES Indonesia)
A-AA+

BATU Ancaman musim kemarau panjang mulai diantisipasi serius oleh BPBD Kota Batu melalui kegiatan Disaster Forum Academy (DIFA) 2026. Forum tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi kekeringan hingga kebakaran hutan dan lahan yang diperkirakan meningkat tahun ini.

Kegiatan yang digelar selama dua hari, 8-9 Mei 2026, di Payung Pinus Jalibar itu diikuti sekitar 100 peserta dari Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), perangkat desa, serta perwakilan kelurahan se-Kota Batu.

Advertisement

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Batu, Gatot Noegroho, mengatakan forum tersebut menjadi sarana pemetaan kesiapan wilayah dalam menghadapi dampak musim kemarau.

"Kami mengumpulkan masukan dari FPRB maupun pemerintah desa terkait kondisi lapangan dan langkah antisipasi menghadapi kemarau tahun ini," ujarnya, Minggu (10/5/2026).

Menurutnya, salah satu perhatian utama BPBD adalah meningkatnya risiko kebakaran akibat aktivitas pembakaran lahan saat cuaca kering mulai melanda. Ia menegaskan masyarakat diminta lebih waspada dan tidak membuka lahan dengan cara dibakar karena dapat memicu kebakaran yang meluas.

"Kami terus mengingatkan warga agar tidak melakukan pembakaran sembarangan karena sangat berbahaya saat musim kemarau," katanya.

Selain membahas mitigasi bencana, kegiatan DIFA 2026 juga diisi dengan edukasi penguatan ekonomi masyarakat melalui budidaya kopi. Materi tersebut diberikan sebagai upaya mendorong pemanfaatan potensi pertanian lokal secara berkelanjutan.

Advertisement

"Peserta juga mendapat pembelajaran mengenai tata cara budidaya kopi agar hasil produksi masyarakat bisa lebih baik," jelasnya.

BPBD juga meminta masyarakat mulai menyiapkan langkah penghematan air sejak dini. Warga diimbau membuat penampungan cadangan air guna mengantisipasi potensi kekurangan pasokan selama musim kemarau berlangsung.

"Musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih panjang, sehingga masyarakat perlu mulai menghemat penggunaan air dan menyiapkan tandon penyimpanan," ungkapnya.

Di sisi lain, BPBD mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya, terutama terkait prediksi cuaca maupun isu kebencanaan yang beredar di media sosial.

"Masyarakat sebaiknya mengikuti informasi dari kanal resmi supaya tidak mudah panik akibat kabar yang belum tentu benar," pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Galih Rakasiwi
PenulisGalih RakasiwiBergabung dengan TIMES Indonesia sejak Februari 2026 dan bertugas di Malang Raya dan sekitarnya. Meliput berbagai isu baik politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis dan peristiwa yang bersifat lokal, nasional, dan internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia