Rem Blong di Turunan Bromo, Mobil Wisata Tabrak 4 Kendaraan 11 Orang Luka-luka
Polisi mengtakan hasil penyelidikan awal, kecelakaan sangat diduga kuat dipicu oleh kegagalan fungsi pengereman kendaraan saat melintasi jalur ekstrem pegunungan.
probolinggo – Sebuah kecelakaan beruntun terjadi di jalur wisata Gunung Bromo, tepatnya di wilayah Desa Ngadas, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (09/05/2026) siang.
Kecelakaan bermula saat sebuah mobil travel Toyota Hiace yang mengangkut rombongan wisatawan asal Singapura mengalami dugaan rem blong saat melintasi jalan menurun yang curam.
Akibat kejadian tersebut, sebanyak 11 orang mengalami luka-luka. Mereka terdiri dari enam wisatawan asal Singapura, sopir kendaraan, pemandu wisata, serta penumpang dari kendaraan lain yang menjadi sasaran tabrakan.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kendaraan Toyota Hiace bernopol BE 7013 AQ diketahui melaju dari arah kawasan wisata Bromo menuju pusat Kota Probolinggo. Saat berada di jalur turunan kawasan Ngadas, pengemudi mendadak kehilangan kendali karena sistem pengereman diduga tidak berfungsi sama sekali.
Karena tidak bisa dihentikan, kendaraan tersebut meluncur tak terkendali dan menghantam empat kendaraan lain yang bergerak dari arah berlawanan. Kendaraan yang menjadi korban tabrakan beruntun itu antara lain Toyota Rush, Renault Koleos, dan satu unit Toyota Hiace lainnya. Mobil baru berhenti setelah menabrak tiang listrik yang berada di pinggir jalan raya.
Yopi, salah satu pemandu wisata yang berada di dalam kendaraan tersebut, menceritakan detik-detik mencekam saat kejadian berlangsung sangat cepat.
"Mobil melaju cukup cepat di jalur turunan, tiba-tiba rem tidak bisa dipakai sama sekali. Sopir sudah berusaha menghindar dan mengerem sekuat tenaga, tapi akhirnya tetap menabrak kendaraan lain yang ada di depan," ungkap Yopi.
Warga sekitar dan petugas kepolisian yang segera tiba di lokasi langsung melakukan evakuasi para korban. Sebagian korban mendapatkan penanganan awal di Puskesmas Sukapura, sementara lainnya dirujuk ke RSUD Ar Rozy Kota Probolinggo.
Kepala Puskesmas Sukapura, Ahmad Munir, menjelaskan bahwa mayoritas korban mengalami luka ringan hingga sedang, seperti luka robek di wajah dan memar akibat benturan.
"Ada beberapa korban yang mengalami luka robek sehingga harus mendapat tindakan jahitan. Kondisi korban saat ini masih terus dipantau dan diobservasi oleh tim medis kami," jelas Ahmad Munir.
Dugaan Rem Blong, Kendaraan Diamankan
Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo, Iptu Aditya Wikrama, mengtakan hasil penyelidikan awal, kecelakaan sangat diduga kuat dipicu oleh kegagalan fungsi pengereman kendaraan saat melintasi jalur ekstrem pegunungan.
"Dugaan sementara memang karena rem blong. Saat ini kendaraan yang terlibat sudah kami amankan. Kami masih memeriksa keterangan saksi dan sopir, serta meneliti lebih jauh kondisi teknis kendaraan untuk penyelidikan lengkap," tegas Iptu Aditya Wikrama.
Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh pengemudi, khususnya kendaraan angkutan wisata, untuk benar-benar memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima dan layak jalan sebelum melintasi jalur-jalur ekstrem di kawasan pegunungan Bromo demi keselamatan bersama. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


