Advertisement
Peristiwa Daerah

BPBD Jatim Kembali Bentuk Destana di 38 Kabupaten Kota

BPBD Jatim masifkan pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) di 38 kabupaten/kota. Diawali dari wilayah Mataraman untuk tingkatkan kesiapsiagaan warga desa.

TIMES Indonesia,
BPBD Jatim Kembali Bentuk Destana di 38 Kabupaten Kota
Tim BPBD Jatim saat sosialisasi pembentukan Desa Tangguh Bencana kepada masyarakat di wilayah Mataraman, Selasa (12/5/2026). (Foto: Dok. Humas BPBD Jatim)
A-AA+

SURABAYA Guna meningkatkan kapasitas kebencanaan di lingkungan masyarakat desa, BPBD Jatim tahun ini kembali membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana) di 38 kabupaten/kota. Pembentukan Destana ini diawali di wilayah Mataraman, mulai dari Kabupaten Tulungagung, Magetan, Trenggalek hingga Kabupaten dan Kota Madiun. 

Di Tulungagung, pembentukan Destana dilangsungkan di Desa Panjerejo Kecamatan Rejotangan. Sedang di Magetan, kegiatan Destana berfokus di Desa Jabung, Kecamatan Panekan. Di dua lokasi ini, pembukaan pembentukan Destana berlangsung, Selasa (5/5/2026).

Advertisement

Hadir dalam dua kegiatan tersebut, Kabid Pencegahan & Kesiapsiagaan (PK) BPBD Jatim Deni Kiki Melia Tamara dan Kabid Kedaruratan & Logistik (KL) BPBD Jatim, Satriyo Nurseno, dan Fasilitator Destana dari Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Jatim. 

Hadir juga, Sekretaris BPBD Kabupaten Tulungagung M. Fairuza Al Hida, Plh. Kalaksa BPBD Magetan Suparman, Forkopimcam setempat dan Kepala desa di masing-masing lokasi. 

BPBD Jatim 2

Kabid PK BPBD Jatim Deni Kiki Melia Tamara dalam sambutannya mewakili Kalaksa BPBD Jatim menegaskan, pembentukan Destana ini merupakan bagian dari upaya BPBD Jatim dalam meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di wilayahnya.

"Sebagaimana arahan Ibu Gubernur melalui Bapak Kalaksa BPBD Jatim, bahwa kesiapsiagaan adalah prioritas utama di setiap lapisan masyarakat. Destana ini merupakan salah satu bentuk langkah konkrit dari pemerintah kepada masyarakat, untuk membangun masyarakat yg siap siaga, tanggap dan tangguh terhadap setiap ancaman bencana," terangnya. 

Advertisement

Dengan dibentuknya Destana, diharapkan, masyarakat dapat mengenali potensi ancaman bencana, siap dalam keadaan darurat, serta berkemampuan untuk memulihkan diri dari dampak bencana yang merugikan.

Untuk di Trenggalek, pembentukan Destana menyasar di Desa Timahan Kecamatan Kampak. Di Kabupaten Madiun, pembentukan Destana berlokasi di Desa Nglanduk, Kecamatan Wungu. Sementara di Kota Madiun, kegiatan ini menyasar di Kelurahan Patihan, Kecamatan Manguharjo.

Pada hari ini juga, pembentukan Destana bergeser ke Kabupaten Tuban, tepatnya, di Desa Genaharjo Kecamatan Semanding. 

Kabid PK BPBD Jatim Deni Kiki Melia Tamara hadir dalam pembukaan Destana kali ini bersama Kalaksa BPBD Kabupaten Tuban Sudarmaji, Forkopimcam setempat, Kades Genaharjo Rudiyanto dan Fasilitator Destana dari FPRB Jatim. 

BPBD Jatim 3

Pada Rabu (13/5/2026) besok, kegiatan Destana berlanjut di Bojonegoro yang akan berlokasi di Desa Tembeling, Kecamatan Kasiman. Di setiap pembentukan Destana, BPBD Jatim juga memberikan bantuan 100 bibit pohon produktif, seperti, bibit pohon durian, alpukat, kelengkeng dan jambu air.

Bantuan bibit ini diharapkan bisa menjadi mitigasi vegetatif bagi desa setempat yang manfaatnya juga bisa dirasakan secara ekonomis oleh warga sekitar. 

Dalam pelaksanaannya, sejumlah materi diberikan kepada peserta Destana, mulai dari pengenalan pentingnya Destana, Kajian Risiko Bencana, Rencana Penanggulangan Bencana, Rencana Aksi Komunitas, SOP Peringatan Dini, SOP Evakuasi, Rencana Kontingensi, pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) hingga pembentukan Forum PRB Desa. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Lely Yuana
PenulisLely YuanaPernah menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya (AWS). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 8 September 2017. Meliput berbagai topik, termasuk politik, birokrasi, hukum, gaya hidup, seni dan budaya, serta isu sosial.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia