Morotai Siaga! TIMPORA 2026 Resmi Dikuatkan, Gerak WNA Dipantau 24 Jam
Kantor Imigrasi Tobelo gelar Raker TIMPORA 2026 di Morotai guna memperkuat pengawasan orang asing melalui sinergi lintas instansi demi keamanan dan stabilitas daerah.
MOROTAI – Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Tobelo menggelar Rapat Kerja Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) Tingkat Kabupaten Tahun 2026 di Auditorium Hotel Molokai, Desa Pandanga, Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara, Selasa (19/5/2036).
Raker mengangkat tema “Imigrasi untuk Rakyat Melalui Sinergi Lintas Instansi dalam Tim Pengawasan Orang Asing”.
Kasi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, Sigit Ari Wibowo, mengatakan pembentukan TIMPORA didasari kebutuhan memperkuat basis data dan pemetaan keberadaan orang asing di Pulau Morotai yang kian dinamis. Kegiatan ini merujuk pada Surat Keputusan Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Tobelo Tahun 2026.
Seluruh pembiayaan rapat dibebankan pada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Tobelo Tahun Anggaran 2026. Melalui dasar hukum itu, forum difokuskan pada sinkronisasi langkah teknis di lapangan dan penguatan mekanisme pelaporan antar instansi.
Tujuan utama raker adalah mengidentifikasi isu intelijen dan pengawasan terkini. Mulai dari pemantauan tenaga kerja asing hingga pergerakan wisatawan mancanegara di titik-titik pariwisata strategis Morotai menjadi perhatian utama.
Sigit mengakui keterbatasan personel di lapangan membuat kolaborasi aktif seluruh anggota tim menjadi kunci keberhasilan. Karena itu, raker juga membedah isu aktual dan dinamika aktivitas orang asing agar fungsi intelijen dan pengawasan berjalan sistematis, cepat, dan terukur.
Peserta raker terdiri dari unsur penegakan hukum, instansi vertikal, dan dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Morotai. Keterlibatan aktif seluruh pihak dinilai sangat menentukan efektivitas deteksi dini di lapangan.
Melalui diskusi teknis, diharapkan lahir rekomendasi konkret yang bisa segera diimplementasikan dalam operasi pengawasan gabungan maupun mandiri. Sinergi ini penting untuk menjaga ketertiban dan keamanan wilayah.
Membuka raker, Bupati Morotai yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Mauludin Wahab, menegaskan Morotai adalah wilayah strategis dengan potensi besar di sektor pariwisata, perikanan, investasi, dan konektivitas perbatasan.
Dengan terbukanya akses dan peluang pembangunan, mobilitas warga negara asing dipastikan akan terus meningkat. Kondisi ini harus disikapi bijak dan profesional agar dampaknya positif bagi daerah.
Mauludin menyebut kehadiran orang asing bisa mendorong pembangunan jika sesuai aturan. Namun pengawasan tetap harus diperkuat untuk mencegah pelanggaran hukum, penyalahgunaan izin tinggal, aktivitas ilegal, hingga ancaman terhadap stabilitas keamanan.
Ia menilai TIMPORA sangat penting sebagai wadah koordinasi lintas sektor dalam pengawasan, pertukaran informasi, deteksi dini, dan penanganan cepat. Tema “Imigrasi untuk Rakyat Melalui Sinergi Lintas Instansi” dinilai relevan dengan tantangan saat ini.
Menurutnya, pengawasan keimigrasian bukan hanya tugas imigrasi. Seluruh unsur pemerintah, aparat keamanan, dan pemangku kepentingan harus terlibat aktif membangun komunikasi, kolaborasi, dan pertukaran informasi yang efektif.
Di akhir sambutan, Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Morotai menyatakan komitmen mendukung tugas dan fungsi TIMPORA. Langkah ini bagian dari upaya menjaga keamanan daerah, stabilitas sosial, dan iklim investasi yang sehat untuk pembangunan berkelanjutan. (*).
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


