Dulu Sering Makan Korban, Jembatan Teteh Bondowoso Kini Disulap Jadi Jembatan Gantung
Suara palu dan gergaji terdengar hampir setiap hari di aliran sungai yang memisahkan Desa Sukowiryo, Kecamatan Bondowoso, dengan Desa Kejawan, Kecamatan Grujugan.
BONDOWOSO – Suara palu dan gergaji terdengar hampir setiap hari di aliran sungai yang memisahkan Desa Sukowiryo, Kecamatan Bondowoso, dengan Desa Kejawan, Kecamatan Grujugan.
Di lokasi itu, sebuah jembatan tua yang selama puluhan tahun menjadi urat nadi warga kini tengah dibangun ulang menjadi jembatan gantung permanen.
Warga mengenalnya dengan nama Jembatan Teteh. Dalam bahasa Madura, “teteh” berarti tempat meniti. Nama itu bukan sekadar sebutan, melainkan menggambarkan bagaimana warga sejak dahulu harus berjalan hati-hati melintasi jembatan kayu sempit yang hanya cukup dilalui satu sepeda motor.
Pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari program Jembatan Garuda Perintis yang dilaksanakan TNI melalui Kodim 0822 Bondowoso atas program pemerintah pusat.
Selama sekitar satu bulan terakhir, personel TNI bersama para pekerja terus menyelesaikan pembangunan. Saat hari libur, sejumlah warga juga ikut turun tangan membantu pengerjaan secara sukarela.
Bagi masyarakat sekitar, jembatan itu bukan sekadar penghubung dua desa. Jalur tersebut menjadi akses utama menuju kota Bondowoso untuk aktivitas perdagangan, pertanian, sekolah, hingga anak-anak yang pergi mengaji.
Sadrumo (61), warga Desa Sukowiryo, mengisahkan bahwa jembatan itu sudah ada sejak zaman nenek moyang, sekitar tahun 1880-an.
Awalnya, posisi jembatan berada di sisi utara sungai sebelum beberapa kali dipindahkan akibat diterjang arus deras. “Kalau tidak keliru, tahun 1880-an ke atas,” ujarnya.
Selama puluhan tahun, jembatan bambu dan kayu itu dibangun secara swadaya oleh warga. Mereka patungan membeli kayu agar jembatan tetap bisa dilalui.
Namun kondisi jembatan yang licin dan sempit kerap memicu kecelakaan, terutama saat musim hujan. Sadrumo bahkan masih mengingat peristiwa memilukan sekitar empat tahun lalu ketika seorang penjual pisang ditemukan meninggal tersangkut di aliran sungai setelah diduga terjatuh dari jembatan pada malam hari.
“Saat mengambil pisang, saya tidak tahu kalau ada sepedanya. Kaget saya, langsung saya lepas. Pas saya lihat ke hilir, ternyata ada orangnya meninggal tersangkut,” kenangnya, Selasa (19/5/2026).
Meski penuh risiko, warga tetap bertahan menggunakan jembatan tersebut karena menjadi jalur tercepat menuju pusat kota. Bahkan, Sadrumo pernah menyumbangkan pohon kayu jenis nyamplong miliknya untuk memperbaiki jembatan secara swadaya.
Kini, harapan baru mulai terlihat. Jembatan Tètèh akan dibangun lebih kuat dan lebih lebar sehingga kendaraan roda dua nantinya dapat melintas secara berpapasan.
“Dulu hanya satu sepeda yang bisa lewat, harus bergantian,” katanya.
Ia mengaku bersyukur dan berterima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan TNI yang telah merealisasikan pembangunan tersebut.
Kepala Desa Sukowiryo, Beni Meilandika, mengatakan jembatan itu memiliki peran vital bagi aktivitas ekonomi dan pendidikan warga.
Terlebih setelah jembatan provinsi penghubung Jember–Bondowoso ambles pada akhir Februari 2026, arus kendaraan yang melintas di kawasan tersebut meningkat tajam.
“Terima kasih kepada Pak Presiden dan TNI, saya mewakili warga Sukowiryo,” ucapnya.
Sementara itu, Komandan Kodim 0822 Bondowoso Letkol Inf. Prawito menjelaskan, pembangunan tersebut merupakan bagian dari program Jembatan Garuda Perintis yang diinisiasi pemerintah pusat dan dilaksanakan oleh TNI Angkatan Darat.
Selain di Sukowiryo, Kodim 0822 juga membangun tiga jembatan lain di sejumlah wilayah Bondowoso. Pembangunan dimulai sejak 30 Maret 2026 dengan target penyelesaian sekitar 1,5 hingga 2 bulan.
Jembatan yang dibangun meliputi jembatan sepanjang 35 meter di Desa Sumbersalak, Kecamatan Grujugan, kemudian jembatan sepanjang 30 meter di Desa Gayam, Kecamatan Botolinggo, serta jembatan di Desa Gadingsari, Kecamatan Pakem, yang menjadi penghubung Bondowoso dan Situbondo.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


