Advertisement
Peristiwa Daerah

BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi 4 Meter di Barat Aceh dan Selatan NTT hingga 22 Mei 2026

BMKG memperingatkan potensi gelombang tinggi hingga 4 meter di Samudra Hindia barat Aceh dan selatan NTT pada 19-22 Mei 2026. Otoritas pelayaran dan masyarakat pesisir diminta meningkatkan kewaspadaan.

TIMES Indonesia,
BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi 4 Meter di Barat Aceh dan Selatan NTT hingga 22 Mei 2026
Ilustrasi- Kapal di perairan wilayah administrasi Kepulauan Seribu. ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo
A-AA+

JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi wilayah Samudra Hindia barat Aceh dan Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai area dengan potensi gelombang tinggi paling signifikan pada 19-22 Mei 2026.

Di kedua wilayah tersebut, tinggi gelombang diperkirakan mencapai 2,5 hingga 4 meter, yang berisiko terhadap keselamatan pelayaran dan aktivitas masyarakat di kawasan pesisir.

Advertisement

Direktur Meteorologi Maritim BMKG, Eko Prasetyo, mengatakan peningkatan tinggi gelombang dipicu oleh pola angin kencang dari arah tenggara di wilayah Indonesia bagian selatan.

“Kecepatan angin mencapai hingga 30 knot, dengan kecepatan tertinggi terpantau di Samudra Hindia selatan NTT. Kondisi ini memicu gelombang tinggi pada kategori 2,5 hingga 4 meter di selatan NTT dan barat Aceh,” ujar Eko Prasetyo di Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Berisiko untuk Kapal Feri dan Perahu Nelayan

BMKG menegaskan kondisi tersebut berpotensi membahayakan berbagai jenis kapal, mulai dari perahu nelayan tradisional hingga kapal tongkang dan kapal feri penyeberangan antarpulau.

Menurut BMKG, kapal feri berisiko mengalami gangguan operasional serius jika menghadapi kecepatan angin di atas 21 knot dan tinggi gelombang lebih dari 2,5 meter.

Sementara itu, perahu nelayan memiliki batas aman operasional pada kecepatan angin di bawah 15 knot dan tinggi gelombang maksimal 1,25 meter.

Advertisement

BMKG Minta Syahbandar dan Operator Kapal Waspada

BMKG meminta otoritas pelayaran, syahbandar, dan operator kapal di Aceh maupun NTT untuk meningkatkan pengawasan dan mempertimbangkan penundaan pelayaran apabila kondisi cuaca semakin memburuk.

“Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,” kata Eko.

BMKG juga mengimbau nelayan dan pengguna jasa transportasi laut untuk terus memantau informasi cuaca maritim terkini sebelum melakukan perjalanan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Antara
PenulisAntaraANTARA adalah kantor berita nasional Indonesia yang menyebarluaskan informasi tentang berbagai peristiwa penting di dalam dan luar negeri.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia