BPBD Bondowoso Minta Bantuan Pemprov Jatim, Anggaran BBM Hanya Cukup untuk 40 Kali Droping Air Bersih
BPBD Bondowoso meminta bantuan Pemprov Jawa Timur untuk penanganan krisis air bersih. Sebanyak 7.136 jiwa di 13 desa dan 9 kecamatan terdampak kekeringan.
BONDOWOSO – Pemerintah Kabupaten Bondowoso meminta bantuan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menangani krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah pada musim kemarau 2026.
Permintaan bantuan tersebut diajukan karena anggaran bahan bakar minyak (BBM) untuk operasional armada truk tangki milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bondowoso (BPBD) hanya cukup untuk sekitar 40 kali pengiriman air bersih.
Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, mengatakan keterbatasan anggaran dipicu oleh kenaikan harga solar nonsubsidi.
“Kami telah mengusulkan permohonan bantuan pengiriman air bersih ke Pemprov Jatim, karena anggaran kami hanya cukup untuk 40 kali pengiriman atau sekitar satu bulan lebih,” ujarnya di Bondowoso, Selasa (19/5/2026).
7.136 Jiwa Terdampak Kekeringan
Berdasarkan data BPBD, sebanyak 7.136 jiwa atau 1.784 kepala keluarga (KK) mengalami kekurangan air bersih. Mereka tersebar di 20 dusun, 13 desa, dan 9 kecamatan di Kabupaten Bondowoso.
Wilayah yang terdampak berada di Kecamatan Maesan, Prajekan, Klabang, Wringin, Tegalampel, Botolinggo, Taman Krocok, Curahdami, dan Tlogosari.
BPBD telah mulai mendistribusikan air bersih sejak pekan lalu menggunakan dua truk tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter.
Gandeng PMI, PDAM, dan Baznas
Selain mengajukan bantuan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Timur, BPBD Bondowoso juga menggandeng sejumlah lembaga untuk memperkuat penanganan krisis air bersih.
Lembaga tersebut antara lain Palang Merah Indonesia (PMI), Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
“Harga BBM solar nonsubsidi naik, sehingga anggaran untuk pengiriman air bersih ke desa terdampak hanya cukup untuk 40 kali pengiriman,” kata Kristianto.
Pemerintah berharap dukungan dari berbagai pihak dapat memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


