Advertisement
Peristiwa Daerah

Bulog Malang Pastikan Tetap Serap Gabah Petani Meski Stok Beras Nasional Surplus

Melimpahnya produksi padi nasional tidak membuat Perum Bulog Cabang Malang menghentikan penyerapan hasil panen petani. Di tengah surplus stok beras nasional yang kini mencapai setara 5,3 juta ton, Bulog memastikan pembelian gabah dan beras petani di

TIMES Indonesia,
Bulog Malang Pastikan Tetap Serap Gabah Petani Meski Stok Beras Nasional Surplus
Kondisi Gudang Bulog yang ada di Malang. (FOTO: Istimewa)
A-AA+

MALANG Melimpahnya produksi padi nasional tidak membuat Perum Bulog Cabang Malang menghentikan penyerapan hasil panen petani. Di tengah surplus stok beras nasional yang kini mencapai setara 5,3 juta ton, Bulog memastikan pembelian gabah dan beras petani di wilayah Malang Raya tetap berjalan.

Kepala Perum Bulog Cabang Malang, M. Nurjuliansyah Rachman mengatakan produksi padi di Jawa Timur memang sedang mengalami peningkatan cukup signifikan.

Advertisement

Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 mencatat luas panen di Jawa Timur mencapai sekitar 1,84 juta hektare dengan produksi mencapai 10,44 juta ton gabah kering giling (GKG). Angka tersebut naik sekitar 12,60 persen dibanding tahun sebelumnya.

Sementara itu, potensi produksi Januari hingga Juni 2026 diperkirakan kembali meningkat menjadi 6,62 juta ton GKG atau bertambah sekitar 5,28 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Di tengah kondisi tersebut, Bulog Malang memastikan tetap hadir menjaga stabilitas pasar dan harga gabah petani.

“Bulog siap menyerap beras petani yang belum terserap pasar, tentu dengan syarat kualitas yang sudah ditetapkan seperti kadar air, tingkat patahan, dan HPP GKP Rp6.500 per kilogram,” ujar Anung.

Ia menjelaskan, penyerapan dilakukan di seluruh wilayah kerja Bulog Cabang Malang yang mencakup Malang Raya, Pasuruan, dan sejumlah daerah sekitar.
Menurutnya, keberadaan Bulog sebagai off taker menjadi penting ketika produksi meningkat agar hasil panen petani tidak mengalami penurunan harga akibat kelebihan pasokan di pasar.

Advertisement

Hingga pertengahan Mei 2026, Bulog Cabang Malang tercatat telah menyerap sekitar 70 ribu ton beras. Jumlah tersebut hampir memenuhi target pengadaan tahun ini yang dipatok sebesar 76 ribu ton.

Capaian itu juga meningkat sekitar 30 persen dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Bahkan sepanjang 2025, Bulog Malang berhasil melampaui target pengadaan dengan realisasi penyerapan lebih dari 61 ribu ton atau mencapai 106 persen dari target yang ditetapkan.

Meski penyerapan terus meningkat, Bulog mengakui sektor pertanian di daerah masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama pada aspek pascapanen dan modernisasi alat produksi.

Anung menyebut keterbatasan alat modern seperti combine harvester, dryer, dan fasilitas penggilingan skala besar masih menjadi kendala bagi petani maupun penggilingan lokal.

“Potensi petani dan penggilingan lokal sebenarnya besar. Tapi jumlah alat modern masih terbatas dan kapasitasnya belum besar. Fasilitas pascapanen juga masih minim. Ini yang perlu didorong agar mereka bisa naik kelas,” katanya.

Karena itu, Bulog mulai mendorong penguatan ekosistem pangan melalui kolaborasi dengan penggilingan lokal dan peningkatan pemanfaatan teknologi pertanian.

Menurut Anung, petani perlu mulai memikirkan investasi alat pertanian modern agar kualitas hasil panen semakin meningkat dan proses penyerapan lebih optimal.

“Kami mengajak petani lebih terbuka terhadap perkembangan teknologi. Hasil panen sebaiknya juga diinvestasikan untuk alat pertanian modern. Dengan begitu, penyerapan hasil panen bisa lebih optimal dan kualitasnya meningkat,” pungkasnya.

Dengan tren produksi yang terus meningkat, Bulog Malang optimistis wilayah Malang Raya tetap menjadi salah satu daerah penyangga pangan penting di Jawa Timur sekaligus mendukung stabilitas stok beras nasional. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Achmad Fikyansyah
PenulisAchmad FikyansyahSarjana Sastra Inggris (S.S) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Bergabung ke TIMES Indonesia sejak Maret 2023. Meliput berbagai topik, utamanya pendidikan dan ekonomi.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia