Dari Jalan Desa hingga Air Bersih, Gotong Royong TMMD 128 Probolinggo Mengubah Brabe
TMMD Ke-128 Kodim 0820 Probolinggo mengubah wajah Desa Brabe lewat pembangunan jalan, air bersih, RTLH, dan semangat gotong royong warga.
PROBOLINGGO – Suasana pagi di Dusun Klagin, Desa Brabe, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, tidak lagi dimulai dengan keluhan tentang jalan berlumpur atau sulitnya mencari air bersih saat kemarau.
Kini, suara langkah warga terdengar lebih ringan di atas paving yang tersusun rapi. Anak-anak sekolah melintas tanpa harus menghindari kubangan. Di sudut lain desa, sebuah tandon air berdiri kokoh, menjadi simbol perubahan yang selama bertahun-tahun dinantikan masyarakat.
Perubahan itu hadir melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Kodim 0820 Probolinggo Tahun Anggaran 2026.
Selama satu bulan, sejak 22 April hingga 21 Mei 2026, Desa Brabe menjadi ruang gotong royong antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Program yang selama ini identik dengan pembangunan fisik ternyata menghadirkan makna lebih luas: memperkuat hubungan sosial, menggerakkan ekonomi desa, hingga menumbuhkan kembali optimisme warga.
Bukan sekadar membangun jalan atau musholla, TMMD di Desa Brabe perlahan mengubah cara masyarakat memandang masa depan desanya.
Sebelum TMMD dimulai, jalan di Dusun Klagin menjadi persoalan harian warga.
Ketika hujan turun, jalan berubah menjadi lumpur licin yang menyulitkan aktivitas. Saat kemarau, debu beterbangan dan mengganggu mobilitas warga maupun kendaraan pengangkut hasil pertanian.
Kondisi itu kini berubah setelah Satgas TMMD menyelesaikan pavingisasi jalan sepanjang 600 meter.
Pekerjaan tersebut tidak dilakukan secara instan. Personel Satgas bersama warga harus melewati berbagai tahapan mulai dari perataan tanah, pemasangan bagesting, pembangunan Tanggul Penahan Tanah (TPT), hingga pemasangan paving blok satu per satu.
Di lapangan, semangat gotong royong menjadi kekuatan utama.
Warga membantu mengangkut material, menyiapkan adukan semen, hingga merapikan area kerja. Di tengah cuaca panas, personel Satgas tetap bekerja bersama masyarakat tanpa sekat.
Sertu Rustam, Babinsa Desa Brabe dari Koramil 0820/21 Maron yang tergabung dalam Satgas TMMD, mengatakan pembangunan jalan menjadi kebutuhan mendesak warga karena menyangkut akses ekonomi dan aktivitas sehari-hari.
“Jalan yang bagus akan mempermudah mobilitas masyarakat, termasuk distribusi hasil pertanian dan aktivitas anak sekolah,” ujarnya.
Bagi warga seperti Sitro (67), pembangunan jalan bukan sekadar proyek fisik.
“Kami warga sangat berterima kasih kepada TNI. Jalan ini sudah lama ditunggu. Anak cucu kami nanti juga akan merasakan manfaatnya,” katanya.
Kalimat sederhana itu menggambarkan bahwa pembangunan infrastruktur di desa bukan hanya soal beton dan paving, melainkan tentang rasa aman dan kemudahan hidup yang selama ini belum sepenuhnya dirasakan masyarakat.

Air Bersih yang Selama Ini Dinanti
Selain jalan desa, persoalan lain yang cukup lama dihadapi warga Dusun Klagin adalah keterbatasan air bersih, terutama saat musim kemarau.
Karena itu, pembangunan Tandon Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) menjadi salah satu sasaran prioritas TMMD Ke-128.
Tandon tersebut dibangun di Dusun Klagin RT 20 RW 07 sebagai solusi jangka panjang untuk distribusi air bersih masyarakat.
Saat memasuki tahap akhir pengerjaan, personel Satgas fokus melakukan pelepasan bakisting, pengacian dinding, pemasangan saluran, hingga pengecatan dan pembersihan area tandon.
Kapten Inf Yahudin selaku Perwira Koordinator pembangunan SPAM menekankan pentingnya ketelitian pada tahap finishing.
“Pembangunan tandon ini menyangkut kebutuhan vital masyarakat. Karena itu kami memastikan seluruh struktur aman dan siap digunakan,” ujarnya.
Di lapangan, personel TNI bekerja berdampingan dengan warga. Serka Fatoorrosi dari Lanud Abd Saleh Malang tampak aktif mengawasi sekaligus membantu penyelesaian pekerjaan.
Gotong royong itu menjadi pemandangan yang hampir selalu terlihat selama TMMD berlangsung.
Bagi warga Desa Brabe, kehadiran tandon SPAM membawa harapan baru.
Air bersih bukan hanya kebutuhan rumah tangga, tetapi juga berkaitan langsung dengan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat. Ketika distribusi air menjadi lebih mudah, warga tidak lagi harus kesulitan memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
TMMD di Desa Brabe menunjukkan bahwa pembangunan desa tidak selalu harus dimulai dari proyek besar. Kadang, perubahan paling nyata justru hadir dari sesuatu yang sederhana namun paling dibutuhkan masyarakat.

Rumah Layak untuk Lansia yang Selama Ini Bertahan di Gubuk Rapuh
Di sudut lain Desa Brabe, program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menghadirkan cerita yang tak kalah menyentuh.
Rumah milik Rikso (80), warga Dusun Klagin, sebelumnya hanya berupa gubuk sederhana yang hampir roboh. Saat hujan turun, rumah itu terasa dingin dan tidak aman untuk dihuni seorang lansia.
Melalui program RTLH TMMD Ke-128, rumah tersebut kini berubah menjadi hunian yang lebih layak, sehat, dan nyaman.
Dengan mata berkaca-kaca, Rikso mengaku tidak pernah membayangkan rumahnya akan dibangun kembali.
“Dulu rumah saya gubuk dan sudah mau roboh. Sekarang sudah bagus dan nyaman ditempati,” ujarnya lirih.
Bagi Satgas TMMD, pembangunan RTLH bukan hanya pekerjaan konstruksi.
Serka Samsul Arifin menyebut program tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian TNI bersama pemerintah terhadap masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal layak huni.
Cerita serupa juga terlihat di rumah Srihayati, penerima manfaat RTLH lainnya di Dusun Leduk.
Saat Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) Sterad TNI berkunjung ke rumahnya, suasana terasa hangat dan penuh kekeluargaan. Tim bahkan menikmati hidangan sederhana yang disiapkan keluarga Srihayati.
Di momen itulah TMMD terlihat bukan sekadar program pembangunan, tetapi ruang yang mempertemukan negara dengan masyarakat dalam hubungan yang lebih manusiawi.

Musala, Sanitasi, dan Infrastruktur Sosial
TMMD Ke-128 di Desa Brabe juga menyelesaikan pembangunan musholla, MCK, dan tangki septik individual.
Musala yang sebelumnya belum memadai kini berdiri kokoh dan siap digunakan warga untuk kegiatan ibadah maupun aktivitas sosial masyarakat.
Saat tahap akhir pembangunan, Satgas bersama warga melakukan pembersihan area musholla dari sisa material pembangunan.
Bagi warga Desa Brabe, musala baru itu bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga ruang kebersamaan warga desa.
Di sektor sanitasi, pembangunan tangki septik individual dan fasilitas MCK menjadi langkah penting meningkatkan kesehatan lingkungan masyarakat.
Tim Wasev Sterad yang dipimpin Kolonel Inf Denny Noviandi bahkan meninjau langsung pembangunan tangki septik di rumah warga untuk memastikan program berjalan tepat sasaran.
Menurut Kolonel Denny, TMMD bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat.
“TMMD memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, Polri, dan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan warga,” katanya.

Ekonomi Desa yang Ikut Bergerak
Dampak TMMD ternyata tidak hanya terlihat pada pembangunan fisik.
Selama program berlangsung, roda ekonomi warga juga ikut bergerak.
Toko Barokah milik Osen (65), warga Dusun Batuan, menjadi salah satu contoh kecil bagaimana TMMD menghidupkan aktivitas ekonomi desa.
Warung sederhana miliknya menjadi tempat personel Satgas membeli kebutuhan sehari-hari.
“Kami bersyukur ada kegiatan TMMD di desa. Warung jadi lebih ramai,” ujar Osen.
Interaksi antara Satgas dan warga di warung kopi, pos ronda, hingga rumah warga menciptakan kedekatan sosial yang jarang terlihat dalam proyek pembangunan biasa.
Di Desa Brabe, TMMD bukan hanya menghadirkan alat berat dan material bangunan, tetapi juga menghadirkan percakapan, tawa, dan kebersamaan.

TMMD Tidak Hanya Soal Infrastruktur
Selain pembangunan fisik, TMMD Ke-128 juga menghadirkan berbagai kegiatan nonfisik.
Mulai dari penyuluhan ketahanan pangan, komunikasi sosial di Puskesmas Maron, hingga skrining mata digital dan pembagian kacamata bagi masyarakat.
Program nonfisik ini memperlihatkan bahwa pembangunan desa tidak cukup hanya membangun jalan atau bangunan.
Kualitas sumber daya manusia dan kesehatan masyarakat juga menjadi bagian penting dari pembangunan jangka panjang.
Dalam kegiatan penyuluhan ketahanan pangan, warga diajak memanfaatkan lahan kecil di sekitar rumah untuk menanam sayuran sebagai upaya menjaga ketahanan pangan keluarga.
Sementara di bidang kesehatan, kegiatan skrining mata membantu masyarakat mendeteksi gangguan penglihatan sejak dini.
Pendekatan seperti inilah yang membuat TMMD tetap relevan hingga sekarang: pembangunan dilakukan secara menyeluruh, menyentuh kebutuhan fisik sekaligus sosial masyarakat.

Ketika Desa Menjadi Titik Awal Pembangunan
Penutupan TMMD Ke-128 di Lapangan Maron berlangsung meriah dan penuh khidmat.
Kasdam V/Brawijaya Brigjen TNI Zainul Bahar menegaskan bahwa TMMD merupakan bentuk sinergi nyata antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan desa.
Menurutnya, pembangunan desa menjadi titik penting pemerataan pembangunan nasional.
“TMMD menjadi program unggulan dalam memperkuat semangat gotong royong, persatuan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Dandim 0820/Probolinggo Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono menyebut keberhasilan TMMD di Desa Brabe tidak lepas dari kerja sama seluruh pihak.
“TMMD tidak hanya membangun fisik, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat dan mempererat kebersamaan,” katanya.
Kini, setelah seluruh sasaran pembangunan rampung 100 persen, Desa Brabe memiliki wajah baru.
Jalan desa lebih baik. Air bersih lebih dekat. Rumah warga lebih layak. Musholla berdiri kokoh. Sanitasi lebih sehat.
Namun lebih dari itu, TMMD meninggalkan sesuatu yang lebih penting: rasa percaya bahwa pembangunan desa bisa berjalan ketika negara dan masyarakat bekerja bersama.
Di Desa Brabe, pembangunan ternyata tidak selalu dimulai dari kota besar.
Ia tumbuh dari jalan kecil di dusun, dari gotong royong warga, dari tangan-tangan yang bekerja tanpa lelah demi kehidupan yang lebih baik. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


