Advertisement
Peristiwa Daerah

Pra FS Pelabuhan Bontang Lestari Pertegas Ambisi Kota Jadi Pusat Logistik dan Industri Kaltim

Bontang siapkan Pelabuhan Kawasan Industri Bontang Lestari sebagai simpul logistik dan pintu investasi baru, menggeser ketergantungan dari kota industri migas dan pupuk.

TIMES Indonesia,
Pra FS Pelabuhan Bontang Lestari Pertegas Ambisi Kota Jadi Pusat Logistik dan Industri Kaltim
Pra FS Pelabuhan Kawasan Industri Bontang Lestari, Jadi Langkah Strategis Perkuat Konektivitas Investasi dan Industri Kota Bontang. (Foto: Istimewa)
A-AA+

BONTANG Di pesisir timur Kalimantan, Bontang, perlahan mulai menyusun wajah baru masa depannya. Selama puluhan tahun, kota ini dikenal sebagai kawasan industri berbasis energi dan pupuk. Cerobong pabrik, kawasan industri besar, serta aktivitas ekspor migas menjadi denyut utama ekonomi daerah.

Namun kini, arah pembangunan Bontang mulai bergerak lebih jauh. Pemerintah daerah tidak lagi hanya berbicara tentang industri pengolahan, tetapi juga tentang logistik, konektivitas kawasan, hilirisasi, hingga pembentukan pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Advertisement

Salah satu langkah besar yang sedang disiapkan adalah pembangunan Pelabuhan Kawasan Industri Bontang Lestari.

Proyek tersebut kini memasuki tahap awal melalui penyusunan Pra Feasibility Study (Pra FS) yang digagas Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Bontang.

Bagi pemerintah kota, pelabuhan ini bukan sekadar dermaga untuk kapal keluar masuk barang. Ia diproyeksikan menjadi pintu utama penghubung aktivitas industri, distribusi logistik, perdagangan, hingga pengembangan ekonomi baru di kawasan pesisir Bontang.

Kajian Pra FS tersebut disusun bersama Tim Tenaga Ahli Unit Layanan Strategis Sumber Daya Berkelanjutan (ULS PSDB) Universitas Mulawarman yang dipimpin oleh Rachmad Budi Suharto.

Dalam tahap awal itu, berbagai aspek dianalisis secara menyeluruh, mulai dari karakteristik wilayah, potensi ekonomi, kesesuaian tata ruang, hingga peluang pengembangan logistik dan distribusi di masa depan.

Advertisement

Pemerintah ingin memastikan proyek yang ditawarkan kepada investor benar-benar matang dan memiliki arah pengembangan yang jelas.

Secara geografis, Bontang memang memiliki posisi yang dinilai sangat strategis. Kota ini berada di pesisir timur Kalimantan dan memiliki akses langsung ke Selat Makassar, jalur penting yang menjadi bagian dari Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI II).

Posisi tersebut membuka peluang besar bagi pengembangan aktivitas kepelabuhanan dan konektivitas logistik antarwilayah.

Di tengah pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan pertumbuhan kawasan industri baru di Kalimantan Timur, Bontang mencoba mengambil peran lebih strategis sebagai simpul distribusi dan pusat aktivitas ekonomi kawasan timur Indonesia.

Pelabuhan Bontang Lestari dirancang menjadi bagian dari ekosistem kawasan industri terpadu. Keberadaannya diproyeksikan mendukung distribusi bahan baku dan produk industri, memperkuat sistem pergudangan dan logistik, mempercepat mobilitas barang, hingga membuka peluang pengembangan hilirisasi industri bernilai tambah.

Lebih dari itu, pemerintah juga melihat proyek ini sebagai langkah antisipatif menghadapi perubahan struktur ekonomi daerah.

Ketergantungan terhadap sektor industri besar dinilai perlu diimbangi dengan penguatan sektor pendukung lain seperti transportasi, perdagangan, jasa logistik, konstruksi, dan pergudangan agar ekonomi daerah menjadi lebih beragam dan tahan terhadap gejolak.

Kepala DPMPTSP Kota Bontang Muhammad Aspianur menegaskan bahwa penyusunan Pra FS menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam menyiapkan proyek investasi jangka panjang yang lebih terukur.

“Kami ingin memastikan bahwa pengembangan pelabuhan tidak hanya menjadi pembangunan infrastruktur semata, tetapi menjadi pengungkit tumbuhnya kawasan industri yang lebih terintegrasi. Pelabuhan ini dirancang untuk mendukung efisiensi logistik, meningkatkan konektivitas kawasan, serta membuka ruang investasi baru yang memberikan dampak ekonomi lebih luas bagi Kota Bontang,” kata Aspianur, Jumat (22/5/2026).

Ia menambahkan pendekatan berbasis kajian menjadi penting agar pembangunan tidak sekadar mengikuti tren investasi sesaat.

“Pra FS menjadi instrumen awal untuk memastikan bahwa setiap rencana pengembangan memiliki dasar yang dapat dipertanggungjawabkan. Harapannya, ketika proyek ini ditawarkan kepada investor, yang ditawarkan bukan sekadar potensi, tetapi kawasan yang sudah memiliki arah pengembangan yang jelas,” lanjutnya.

Di balik rencana pembangunan pelabuhan itu, tersimpan ambisi besar Kota Bontang untuk keluar dari bayang-bayang kota industri konvensional.

Pemerintah tampaknya ingin membentuk identitas baru: kota industri modern yang terkoneksi dengan jalur logistik internasional, memiliki aktivitas hilirisasi yang kuat, dan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kalimantan Timur.

Di tepi Selat Makassar, Bontang kini bukan hanya berbicara tentang pabrik dan energi. Kota ini sedang menyiapkan pelabuhan untuk menyambut masa depan ekonomi yang lebih luas.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia