Pemkab Pangandaran Catat 1.054 Akseptor Baru dalam Pelayanan KB Serentak HUT IBI ke-75
Pelayanan KB yang diberikan mencakup metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) seperti IUD, implan, MOW dan MOP, serta metode non-MKJP berupa suntik dan pil KB.
PANGANDARAN – Pemerintah Kabupaten Pangandaran (Pemkab Pangandaran) mencatat sebanyak 1.054 warga menjadi akseptor baru dalam program pelayanan Keluarga Berencana (KB) serentak.
Melalui Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Pangandaran, acara tersebut digelar pemerintah daerah selama peringatan Hari Ulang Tahun ke-75 Ikatan Bidan Indonesia (IBI).
Program pelayanan tersebut berlangsung sejak 29 April hingga 22 Mei 2026 dengan melibatkan berbagai fasilitas kesehatan di Kabupaten Pangandaran, mulai dari puskesmas, tempat praktik mandiri bidan hingga rumah sakit.
Pelayanan KB yang diberikan mencakup metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) seperti IUD, implan, MOW dan MOP, serta metode non-MKJP berupa suntik dan pil KB.
Berdasarkan data DKBP3A Kabupaten Pangandaran hingga 20 Mei 2026, mayoritas peserta memilih suntik KB dengan jumlah 561 akseptor.
Sementara pil KB dipilih 269 orang, implan 114 orang, IUD 56 orang, kondom 44 orang dan MOW sebanyak 10 orang.
Dari total peserta, sebanyak 527 orang merupakan ibu pasca persalinan, tujuh orang pasca keguguran dan 520 orang lainnya berasal dari kategori umum.
Kepala DKBP3A Kabupaten Pangandaran, Agus Maliana mengatakan tingginya jumlah akseptor baru menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya program KB, terutama penggunaan kontrasepsi jangka panjang yang dinilai lebih efektif.
Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari keterlibatan tenaga kesehatan, bidan, penyuluh KB hingga Tim Pendamping Keluarga yang aktif melakukan pelayanan dan edukasi langsung kepada masyarakat.
"Momentum HUT IBI ke-75 ini menjadi penguat sinergi antara pemerintah, organisasi profesi dan masyarakat dalam mendorong kesadaran ber-KB," ujar Agus, Jumat (22/5/2026).
Agus menambahkan, program pelayanan KB serentak ini diharapkan mampu mendukung upaya pemerintah dalam menciptakan keluarga yang sehat, mandiri dan berkualitas di Kabupaten Pangandaran.
"Tujuannya jelas, mewujudkan keluarga yang sehat, mandiri, dan berkualitas," pungkasnya.
Ia berharap, kolaborasi lintas sektor ini bisa terus berlanjut. Program KB dipandang sebagai salah satu kunci dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Pangandaran. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

