Advertisement
Peristiwa Daerah

DKM Masjid Asy Syukur Gunungkidul Gelar Pelatihan Cara Cepat Membaca Al-Quran

Kegiatan tersebut diikuti puluhan peserta ustadz dan ustadzah dari berbagai masjid di Kapanewon Purwosari dan Saptosari Gunungkidul.

TIMES Indonesia,
DKM Masjid Asy Syukur Gunungkidul Gelar Pelatihan Cara Cepat Membaca Al-Quran
Para peserta saat mengikuti pelatihan cara cepat membaca Al Quran (Foto: istimewa)
A-AA+

GUNUNGKIDUL Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Asy Syukur Kabupaten Gunungkidul menjalin kerja sama dengan LPTQ Nasional Team Tadarus AMM Yogyakarta,

Kolaborasi diwujudkan dengan gelaran Pelatihan Cara Cepat Membaca Al-Quran pada Minggu (24/5/2026) di Masjid Asy Syukur, Padukuhan Trasih, Kalurahan Giriasih, Kapanewon Purwosari.

Advertisement

Kegiatan tersebut diikuti puluhan peserta ustadz dan ustadzah dari berbagai masjid di Kapanewon Purwosari dan Saptosari. Bahkan, sejumlah peserta datang dari Kapanewon Sanden, Kabupaten Bantul.

Ketua DKM Masjid Asy Syukur, Edy Setiyawan, mengatakan kegiatan ini diinisiasi jajaran takmir karena keprihatinan terhadap masih kurangnya pengajar Al-Quran. 

Di sisi lain, takmir memiliki target agar anak-anak di padukuhan setempat dapat belajar Al-Quran menggunakan metodologi Iqra secara efektif sesuai standar penerbit Iqra, yakni LPTQ Nasional Team Tadarus AMM Yogyakarta.

“Kami memiliki cita-cita agar warga, khususnya anak-anak, tidak buta huruf Al-Quran dan mencintai Al-Quran,” ujarnya.

Menurutnya,  pelatihan ini juga menjadi upaya mendukung para ustaz dan ustazah agar dapat mengajarkan metode Iqra yang dicetuskan KH As'ad Humam sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Advertisement

Ketua Panitia, Warsita, menjelaskan bahwa dalam kegiatan tersebut peserta mendapatkan tiga materi pokok, yakni pengelolaan kelas, metodologi Iqra, serta syahadah atau ujian.

 Setelah pelatihan, peserta mengikuti tes yang dipandu tutor AMM Yogyakarta untuk mengukur pemahaman materi. Peserta yang dinyatakan lulus kemudian memperoleh piagam.

Salah satu peserta, Alfi Syahidah, yang juga Guru Pendidikan Agama Islam (PAI), mengatakan pelatihan tersebut sangat membantu para pengajar Iqra. 

Menurutnya, selama ini banyak masjid menggunakan metode Iqra, namun belum sepenuhnya sesuai dengan metodologi yang diterapkan oleh LPTQ Nasional Team Tadarus AMM Yogyakarta. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia