Kemendukbangga Upayakan Lansia Bintan Sehat dan Bermartabat lewat Program SMART
Wamen Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Isyana Bagoes Oka, meninjau program Lansia SMART di Bintan untuk mendorong lansia tetap sehat, aktif, dan berdaya.
bintan – Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga) sekaligus Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, mendorong warga lanjut usia (lansia) di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, agar tetap produktif dan berdaya. Upaya tersebut diwujudkan melalui optimalisasi program Lansia SMART.
Menurut Isyana, program Lansia SMART yang diterapkan di Sekolah Lansia Rumah Bahagia Bintan Lanjut Usia Berdaya (SIDAYA) merupakan bentuk pendampingan komprehensif. Program ini melibatkan kepedulian serta peran aktif dari berbagai multisektor, baik untuk lansia maupun keluarga yang mendampinginya.
"Sekolah lansia ini mengusung konsep Lansia SMART, yakni Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat," kata Isyana saat berkunjung ke Rumah Bahagia Bintan di Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Senin (25/5/2026).
Kunjungan kerja tersebut bertujuan untuk memastikan pelaksanaan program SIDAYA berjalan optimal. Melalui jalur pendidikan nonformal, program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup para lansia agar tetap sehat, aktif, mandiri, produktif, dan bahagia.
Dalam kesempatan tersebut, Wamen Isyana menyampaikan bahwa realisasi lansia berdaya memerlukan intervensi pemberdayaan yang ditopang oleh tiga pilar active ageing (penuaan aktif), yaitu lansia sehat, merasa aman, dan aktif berpartisipasi.
Intervensi tersebut, lanjut dia, menerapkan prinsip-prinsip hak asasi manusia yang mencakup hak lansia sesuai regulasi, kesetaraan gender, nondiskriminasi, ekuitas, serta solidaritas antargenerasi.
"Program ini menjadi salah satu program prioritas Kemendukbangga/BKKBN yang fokus pada upaya pemberdayaan lansia," ungkapnya.
Isyana memaparkan, proses pembelajaran di sekolah lansia dikemas secara interaktif dan rekreatif. Materi yang diberikan meliputi edukasi kesehatan, senam lansia, pendampingan psikologis, bimbingan spiritual, hingga pelatihan keterampilan dan kesenian.
Rumah Bahagia Bintan sendiri telah beroperasi sejak 2007 di bawah pengelolaan Pemerintah Kabupaten Bintan sebagai panti rehabilitasi sosial dan tempat perlindungan lansia. Kehadiran SIDAYA diharapkan mampu memberdayakan 41 lansia yang menghuni fasilitas tersebut, sekaligus memenuhi kebutuhan afeksi, perhatian, dan pemeliharaan semangat mereka.
"Semoga SIDAYA memberikan manfaat bagi para lanjut usia agar tetap sehat, bahagia, dan memiliki peran positif di lingkungan keluarga maupun masyarakat, sekaligus mendukung terwujudnya lansia yang berdaya," ucapnya.
Semangat program Lansia SMART ini tercermin nyata dalam diri Sumiatun (84), salah satu warga binaan Rumah Bahagia Bintan. Perempuan yang telah menetap di fasilitas tersebut selama 14 tahun itu tetap menunjukkan antusiasme tinggi dengan aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang digelar.
"Alhamdulillah, senang dan nyaman berada di rumah bahagia karena mendapatkan perhatian, pendampingan, serta kesempatan untuk tetap beraktivitas bersama para lansia lainnya," ucap Sumiatun. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


