Khutbah Idul Adha Wabup Solok di Masjid Ummi, Kawasan Danau Diatas Dipadati Jamaah
Ribuan jamaah padati Masjid Ummi Alahan Panjang saat Wabup Solok sampaikan khutbah Idul Adha tentang iman, keluarga, dan tantangan era digital. (Foto:
BUKITTINGGI – Suasana khidmat dan penuh kehangatan menyelimuti pelaksanaan Salat Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Ummi Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Rabu (27/5/2026). Ribuan jamaah memadati kawasan masjid yang berdiri megah di tepian Danau Diatas tersebut.
Masjid Ummi yang diprakarsai mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi kini berkembang menjadi salah satu ikon wisata religi Kabupaten Solok. Selain menawarkan panorama alam pegunungan dan danau, masjid ini juga menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat di kawasan Alahan Panjang dan sekitarnya.
Pada momentum Idul Adha tahun ini, Wakil Bupati Solok, H. Candra, S.H.I, dipercaya sebagai khatib. Dalam khutbahnya, ia mengajak masyarakat menjadikan Idul Adha sebagai momentum memperkuat keimanan di tengah tantangan zaman modern dan derasnya arus teknologi digital.
Dengan penyampaian yang tenang dan menyentuh, Candra menekankan tiga pesan utama dari kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS yang dinilai tetap relevan hingga saat ini.
“Pesan pertama, jangan kehilangan Allah di tengah hiruk pikuk dunia digital. Gunakan teknologi untuk membantu kehidupan, tetapi jangan diperbudak teknologi. Gunakan media sosial, tetapi jangan kehilangan akhlak,” ujarnya di hadapan jamaah.

Ia menegaskan, kemajuan teknologi harus diimbangi dengan kekuatan moral dan spiritual agar generasi muda tidak kehilangan arah di tengah derasnya arus informasi.
Pada pesan kedua, Candra menyoroti pentingnya keteladanan dalam keluarga. Menurutnya, tantangan terbesar orang tua saat ini bukan hanya memenuhi kebutuhan materi, tetapi juga menghadirkan pendidikan iman dan kasih sayang di rumah.
“Anak-anak hari ini tidak hanya membutuhkan uang dan fasilitas. Mereka membutuhkan ayah yang hadir, ibu yang mendoakan, dan rumah yang mengenalkan Allah sejak dini,” katanya.
Ia juga mengajak generasi muda meneladani ketaatan Nabi Ismail AS kepada orang tua serta memperkuat iman dan takwa sebagai bekal menghadapi masa depan.
Pada pesan ketiga, ia mengingatkan bahwa ibadah qurban merupakan latihan mengendalikan hawa nafsu dan ego diri.
“Musuh terbesar manusia bukan orang lain, tetapi ego dan hati yang jauh dari Allah. Jika itu bisa dikalahkan, keluarga akan kuat, masyarakat akan kuat, nagari akan kuat,” ucapnya.
Candra berharap Kabupaten Solok tidak hanya dikenal karena kesuburan alamnya, tetapi juga karena kekuatan iman dan akhlak masyarakatnya.
“InsyaAllah Kabupaten Solok bukan hanya subur tanahnya, tetapi juga subur imannya. Maju teknologinya, tetapi tetap kokoh akhlak masyarakatnya,” tuturnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan dan Hukum, Ketua GOW Kabupaten Solok, Kepala OPD, serta unsur Prokopim, Satpol PP, Humas, dan Media.
Sementara itu, pelaksanaan Shalat Idul Adha di Kabupaten Solok dibagi ke sejumlah titik oleh Tim Perayaan Hari Besar Islam. Bupati Solok Jon Firman Pandu melaksanakan Shalat Id di Nagari Sungai Nanam, sedangkan di Masjid Agung Darussalam Koto Baru dipimpin oleh Sekretaris Daerah.
Momentum Idul Adha tahun ini tidak hanya menjadi perayaan ibadah, tetapi juga mencerminkan kuatnya semangat religius masyarakat Kabupaten Solok di tengah pesatnya perubahan zaman. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

