Advertisement
Peristiwa Daerah

Wiwin Indiarti Raih Penghargaan Nasional Berkat Pelestarian Manuskrip Kuno Banyuwangi

Kabar wangi kembali hadir dari Banyuwangi. Kali ini, upaya pelestarian bahasa dan sastra daerah yang dilakukan Wiwin Indiarti mendapat apresiasi di tingkat nasional.

TIMES Indonesia,
Wiwin Indiarti Raih Penghargaan Nasional Berkat Pelestarian Manuskrip Kuno Banyuwangi
Wiwin Indiarti, peraih penghargaan nasional berkat pelestarian manuskrip kuno Banyuwangi. (FOTO: Wiwin for TIMES Indonesia)
A-AA+

BANYUWANGI Kabar wangi kembali hadir dari Banyuwangi. Kali ini, upaya pelestarian bahasa dan sastra daerah yang dilakukan Wiwin Indiarti mendapat apresiasi di tingkat nasional.

Dosen Universitas PGRI Banyuwangi itu menerima penghargaan dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia sebagai Pelestari Bahasa dan Sastra Daerah mewakili Provinsi Jawa Timur.

Advertisement

Penghargaan tersebut diberikan atas dedikasi Wiwin dalam menjaga keberlangsungan bahasa dan sastra daerah melalui penelitian, transliterasi, penerjemahan, hingga dokumentasi manuskrip kuno Banyuwangi.

Selama bertahun-tahun, istri Anasrullah itu aktif menelusuri naskah-naskah beraksara Arab Pegon yang menjadi bagian penting khazanah budaya masyarakat Osing.

Penghargaan secara simbolik diterima dalam acara Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional 2026 yang berlangsung di Gedung Garuda, Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Depok, pada Senin, 25 Mei 2026.

Penghargaan itu menjadi bentuk pengakuan atas kerja panjang Wiwin dalam merawat warisan sastra Banyuwangi. Bagi Wiwin, manuskrip kuno bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi juga menyimpan jejak bahasa, sastra, pengetahuan lokal, hingga pandangan hidup masyarakat pada zamannya.

“Pelestarian manuskrip menjadi bagian penting dalam menjaga identitas budaya daerah agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman,” kata Wiwin, dengan bangga usai namanya tercantum sebagai penerima penghargaan, Jumat (29/5/2026).

Advertisement

Sejumlah manuskrip penting Banyuwangi telah ditransliterasi dan diterjemahkan oleh Wiwin, di antaranya Lontar Yusup, Lontar Sri Tanjung, dan Lontar Tawang Alun.

Naskah-naskah tersebut ditulis dalam bentuk tembang atau puisi tradisional Jawa beraksara Pegon yang diwariskan secara turun-temurun melalui tradisi lisan dan pembacaan mocoan di masyarakat.

Selain meneliti isi manuskrip, Wiwin juga aktif mendokumentasikan tradisi mocoan sebagai media pewarisan sastra dan bahasa daerah masyarakat Osing. Tradisi pelantunan tembang itu dinilai menjadi ruang penting dalam menjaga keberlangsungan bahasa dan sastra lokal lintas generasi.

Lulusan Universitas Gadjah Mada tersebut juga dipercaya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banyuwangi untuk memimpin tim pengusulan manuskrip kuno Banyuwangi sebagai Ingatan Kolektif Nasional (IKON).

Melalui proses itu, Lontar Sri Tanjung pada tahun 2024 dan Lontar Tawang Alun pada tahun 2025 berhasil memperoleh pengakuan nasional sebagai IKON.

Wiwin menegaskan, pelestarian bahasa dan sastra daerah harus terus dilakukan di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang semakin cepat. Menurutnya, manuskrip kuno masih relevan sebagai sumber pengetahuan budaya bagi masyarakat saat ini.

“Di dalam manuskrip kuno tersimpan kekayaan bahasa, sastra, pengetahuan, dan ingatan kolektif masyarakat. Karena itu, pelestariannya bukan hanya menjaga teks, tetapi juga menjaga identitas budaya kita,” ujarnya.

Penghargaan nasional tersebut sekaligus menegaskan posisi Banyuwangi sebagai salah satu daerah yang aktif menjaga tradisi manuskrip dan sastra daerah melalui penelitian, dokumentasi, dan penguatan tradisi budaya masyarakat. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Muhamad Ikromil Aufa
PenulisMuhamad Ikromil AufaPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2024. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia