Advertisement
Peristiwa Daerah

Skateboarder Patungan Perbaiki Skatepark Alun-Alun Merdeka, Pemkot Malang Respons Begini

Aksi sejumlah skateboarder yang memperbaiki sendiri fasilitas skatepark di Alun-alun Merdeka Kota Malang menjadi sorotan.

TIMES Indonesia,
Skateboarder Patungan Perbaiki Skatepark Alun-Alun Merdeka, Pemkot Malang Respons Begini
Skatepark Alun-alun Merdeka Malang usai diperbaiki oleh sejumlah skateboarder. (Foto: Rizky/TIMES Indonesia)
A-AA+

MALANG Aksi sejumlah skateboarder yang memperbaiki sendiri fasilitas skatepark di Alun-alun Merdeka Kota Malang menjadi sorotan. Merasa kondisi lintasan sudah tidak layak digunakan, para pegiat skateboard itu memilih turun tangan melakukan perbaikan secara mandiri menggunakan dana swadaya.

Perbaikan itu dilakukan pada Rabu (13/5/2026) sekitar pukul 21.00 WIB. Mereka menambal sejumlah bagian lintasan yang berlubang dan retak demi menjaga keselamatan pengguna.

Advertisement

Langkah tersebut muncul karena para skateboarder mengaku tidak puas dengan kondisi skatepark milik Pemkot Malang yang selama ini menjadi lokasi latihan mereka. Kerusakan di beberapa sisi lintasan dinilai berpotensi membahayakan pengguna, terutama saat melakukan manuver dengan kecepatan tinggi.

Alih-alih menunggu perbaikan dari pemerintah, komunitas skateboard memilih mengumpulkan dana sendiri dan melakukan perbaikan sebisanya agar fasilitas tersebut tetap dapat digunakan.

Menanggapi aksi yang sempat viral di media sosial (medsos) itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, menyebut perbaikan yang sebelumnya dilakukan pada skatepark tersebut memang hanya bersifat ringan.

Menurutnya, saat revitalisasi kawasan Alun-alun Merdeka yang didukung Bank Jatim dengan nilai anggaran Rp5 miliar, pekerjaan yang dilakukan lebih banyak berupa pengecatan dan pembenahan minor, bukan renovasi besar pada lintasan skatepark.

“Yang kemarin kita lakukan pada waktu revitalisasi oleh Bank Jatim memang perbaikan kecil, bukan perbaikan signifikan. Jadi pengecatan, alasnya, dan pengecatan besi-besinya,” ujar Raymond, Senin (1/6/2026).

Advertisement

Ia mengaku tidak mempermasalahkan jika komunitas skateboard berinisiatif memperbaiki fasilitas tersebut. Bahkan, Pemkot Malang membuka ruang komunikasi agar kebutuhan perbaikan yang benar-benar dibutuhkan pengguna bisa diakomodasi.

“Kalau memang dari teman-teman komunitas bisa memperbaiki lebih bagus, kita tidak ada masalah. Cuma memang ke depan bisa koordinasi, sehingga mana-mana yang harus diperbaiki sesuai dengan keinginan teman-teman, nanti bisa kita lakukan,” ungkapnya.

Raymond juga mempersilakan komunitas skateboard mengajukan usulan perbaikan secara langsung kepada pemerintah. Menurutnya, para pengguna adalah pihak yang paling memahami kondisi dan kebutuhan lintasan.

“Boleh disampaikan, karena memang yang paling paham untuk lintasan itu teman-teman komunitas,” pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rizky Kurniawan Pratama
PenulisRizky Kurniawan PratamaSarjana Ilmu Komunikasi Universitas Merdeka Malang (2019). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2020. Meliput berbagai topik, termasuk Politik, Hukum, Kriminal, Ekonomi, Budaya dan Pemerintahan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia