Advertisement
Peristiwa Daerah

Libur Panjang Tak Signifikan Dongkrak Okupansi, PHRI Bantul Berharap pada Kegiatan Pemerintah

Kondisi tersebut dipengaruhi tingginya kebutuhan pengeluaran masyarakat di momen Idul Adha. Periode liburan juga berdekatan dengan masa kenaikan kelas dan persiapan tahun ajaran baru.

TIMES Indonesia,
Libur Panjang Tak Signifikan Dongkrak Okupansi, PHRI Bantul Berharap pada Kegiatan Pemerintah
Ilustrasi okupansi hotel.
A-AA+

BANTUL Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Kabupaten Bantul (PHRI Bantul) mencatat adanya kenaikan tingkat okupansi hotel selama libur panjang yang bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha dan Hari Lahir Pancasila.

 Namun, peningkatan tersebut dinilai tidak terlalu signifikan dibandingkan periode libur panjang pada umumnya.

Advertisement

Ketua PHRI Bantul, Yohanes Hendra, mengatakan tingkat hunian hotel memang mengalami peningkatan selama libur beberapa hari terakhir. 

Akan tetapi, lonjakan wisatawan yang menginap tidak terjadi secara drastis.

"Untuk libur tanggal merah beberapa hari memang ada kenaikan, tetapi tidak melonjak tinggi sekali," kata Yohanes, Rabu (3/6/2026)

Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh tingginya kebutuhan pengeluaran masyarakat pada momen Idul Adha.

Sebagian calon wisatawan lebih memilih mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan kurban dan keperluan keluarga lainnya.

Advertisement

Selain itu, periode liburan juga berdekatan dengan masa kenaikan kelas dan persiapan tahun ajaran baru.

Kondisi ini membuat banyak keluarga menahan pengeluaran untuk kebutuhan pendidikan anak, mulai dari jenjang TK ke SD, SD ke SMP, hingga SMP ke SMA.

"Biaya pendidikan untuk tahun ajaran baru tentu menjadi pertimbangan masyarakat. Hal itu juga berpengaruh terhadap tingkat okupansi hotel yang ada saat ini," ujarnya.

Yohanes berharap pemerintah dapat kembali menggelar berbagai kegiatan secara normal, seperti rapat, pertemuan, gathering, maupun agenda kedinasan lainnya yang selama ini turut mendukung sektor perhotelan dan pariwisata.

"Kami berharap kegiatan-kegiatan dari pemerintah bisa kembali normal, seperti meeting, gathering, dan kegiatan lainnya, sehingga roda ekonomi dapat kembali bergerak normal dan memberikan dampak positif bagi sektor perhotelan maupun pelaku usaha pariwisata," pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Soni Haryono
PenulisSoni HaryonoSarjana Ekonomi UPN Veteran Yogyakarta (1993). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2019. Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan pemerintahan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia