Advertisement
Peristiwa Daerah

Warga Kencong Jember Ubah Limbah Plastik Bekas jadi Bahan Bakar Setara Solar

Langkah kreatif dalam menyiasati krisis penumpukan sampah plastik ditunjukkan oleh seorang warga dari Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember.

TIMES Indonesia,
Warga Kencong Jember Ubah Limbah Plastik Bekas jadi Bahan Bakar Setara Solar
Camat Kencong Saat tinjau Arep pemrosesan sampah plastik menjadi energi alternatif yang berlokasi di Desa Kencong. (Foto : M. Abdul Basid / TIMES Indonesia)
A-AA+

JEMBER

Langkah kreatif dalam menyiasati krisis penumpukan sampah plastik ditunjukkan oleh seorang warga dari Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember.

Advertisement

Di tengah keresahan publik terkait limbah yang sulit terurai, sebuah solusi aplikatif berhasil diciptakan.

​Adalah Arief Yulianto (40), seorang pria asal Dusun Krajan, Desa Kencong, yang sukses merakit mesin penyulingan khusus.

Alat ini mampu mengonversi sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) alternatif, yang mutunya disebut-sebut menyerupai bahan bakar solar.

​Teknologi yang diterapkan dalam inovasi ini adalah metode pirolisis.

Melalui sistem ini, limbah plastik dipanaskan dalam wadah kedap oksigen dengan suhu tinggi hingga meleleh dan menguap.

Advertisement

Uap tersebut kemudian melalui proses kondensasi (pendinginan) hingga kembali menjadi bentuk cair berupa bahan bakar.

​Arief mengaku idenya didasari oleh rasa prihatin melihat ekosistem lokal yang kian tercemar oleh sampah plastik sekali pakai seperti botol bekas, kantong kresek, dan bungkus makanan yang jamak diketahui butuh waktu berabad-abad untuk hancur secara alami.

​"Mulanya hanya eksperimen karena resah melihat gunungan plastik di mana-mana. Setelah melakukan studi literatur sederhana dan merakit mesinnya sendiri, ternyata bahan bakar yang dihasilkan sanggup menggerakkan mesin diesel dengan mulus," tutur Arief saat diwawancarai di lokasi produksinya.

​Ia juga menambahkan bahwa usaha berskala mikro ini membawa dampak sosial yang positif bagi lingkungan sekitar.

"Membuka lapangan kerja bagi pemulung dan petugas kebersihan di TPA dan Usaha pengolahan ini telah mengantongi izin resmi dan berbadan hukum," tambahnya.

​Dari aspek performa, mesin rakitan Arief ini memiliki tingkat efisiensi yang menjanjikan.

Mayoritas dari puluhan kilogram plastik yang dimasukkan berhasil disuling menjadi bahan bakar siap pakai.

​Hebatnya, solar alternatif ini langsung diaplikasikan oleh masyarakat setempat.

Para petani lokal mulai memanfaatkannya untuk menghidupkan traktor serta mesin pompa air di area persawahan.

Sejauh ini, performa mesin dilaporkan tetap stabil tanpa kendala teknis.

Selain memangkas volume sampah, inovasi ini otomatis memotong biaya operasional petani untuk pembelian BBM komersial.

​Apresiasi tinggi datang dari Camat Kencong, Ronny Arifianto, yang meninjau langsung operasional pabrik rumahan tersebut.

Ia mengaku kagum dengan daya cipta warga yang mampu menghadirkan solusi nyata dari wilayah pinggiran.

​"Langkah ini selaras dengan visi program Gus Bupati Jember (Muhammad Fawait) terkait pengelolaan sampah mandiri. Nilai plusnya, proyek ini tidak hanya membersihkan lingkungan tetapi juga membuka keran rezeki bagi warga sekitar," jelas Ronny.

​Jika mendapatkan dukungan regulasi dan modal untuk dikembangkan dalam skala yang lebih masif, sistem pengelolaan sampah dari Kencong ini berpotensi menjadi cetak biru (blueprint) nasional dalam mengatasi darurat sampah sekaligus penyedia energi terbarukan di masa depan.

​"Pihak kecamatan berkomitmen untuk melaporkan pencapaian ini ke tingkat kabupaten. Kami akan mendorong replikasi pabrik sejenis agar masalah sampah selesai di tingkat bawah, sekaligus mendongkrak kesejahteraan ekonomi warga," pungkas Ronny. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

M Abdul Basid
PenulisM Abdul BasidBergabung di TIMES Indonesia sejak 2023. Meliput berbagai topik daerah di Kabupaten Jember.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia