Saat Gudang Bulog Tak Lagi Cukup, Stok Beras di Majalengka Melimpah Hingga 15.800 Ton
Hingga awal Juni 2026, stok beras di gudang Bulog Kasokandel Majalengka tercatat mencapai sekitar 15.800 ton - melampaui kapasitas penyimpanan utama sejumlah 14.000 ton.
MAJALENGKA – Di tengah berbagai kekhawatiran mengenai ketahanan pangan dan fluktuasi harga kebutuhan pokok, sebuah kabar menenangkan datang dari Gudang Bulog Kasokandel, Kabupaten Majalengka.
Tumpukan karung-karung beras yang memenuhi ruang penyimpanan menjadi gambaran nyata melimpahnya cadangan pangan yang kini dimiliki pemerintah.
Hingga awal Juni 2026, stok beras yang tersimpan di Gudang Bulog Kasokandel tercatat mencapai sekitar 15.800 ton. Jumlah tersebut bahkan melampaui kapasitas penyimpanan utama yang hanya mampu menampung sekitar 14.000 ton.
Melimpahnya persediaan itu menjadi sinyal kuat bahwa pasokan beras untuk masyarakat di wilayah Majalengka dan sekitarnya berada dalam kondisi aman. Bahkan, cadangan yang tersedia diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan hingga satu tahun ke depan.
Kepala Gudang Bulog Kasokandel, Saeful Awaludin, mengatakan bahwa stok beras yang tersimpan saat ini merupakan salah satu yang terbesar dalam beberapa waktu terakhir dan menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas pangan di wilayah Ciayumajakuning.
"Stok beras yang tersimpan saat ini sekitar 15.800 ton. Dengan jumlah tersebut, persediaan beras dipastikan aman hingga kurang lebih satu tahun ke depan," ujarnya saat ditemui di Gudang Bulog Kasokandel, Kamis (4/6/2026).
Besarnya volume cadangan beras tersebut membuat kapasitas gudang utama tidak lagi mencukupi. Untuk mengantisipasi penumpukan dan menjaga kualitas penyimpanan, Bulog terpaksa menyewa sejumlah gudang tambahan di beberapa wilayah Kabupaten Majalengka.
Gudang-gudang tambahan tersebut berada di Kecamatan Panyingkiran, Jatiwangi, dan Tomo yang kini difungsikan sebagai lokasi penyangga cadangan beras pemerintah.
"Untuk mengatasi overkapasitas, kami menyewa gudang tambahan di wilayah Panyingkiran, Jatiwangi, dan Tomo," katanya.
Namun, beras yang tersimpan di Gudang Bulog Kasokandel bukan hanya diperuntukkan bagi masyarakat Kabupaten Majalengka. Gudang strategis tersebut juga menjadi salah satu pusat distribusi pangan yang melayani kebutuhan wilayah Cirebon dan daerah sekitarnya.
Peran Bulog tidak hanya sebatas menjaga ketersediaan stok. Lembaga tersebut juga menjadi tulang punggung dalam pelaksanaan berbagai program bantuan pangan pemerintah yang menyasar masyarakat penerima manfaat.
Setiap tahun, sekitar 26.000 ton beras disalurkan untuk mendukung program bantuan pangan di wilayah Majalengka, Cirebon, dan Kuningan.
Jumlah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok di tengah berbagai tantangan ekonomi.
"Setiap tahun sekitar 26 ribu ton beras disalurkan untuk program bantuan pangan bagi masyarakat di wilayah Majalengka, Cirebon dan Kuningan," jelas Saeful.
Di sisi lain, Bulog bersama pemerintah daerah dan berbagai instansi terkait terus menjalankan operasi pasar murah untuk menjaga stabilitas harga beras di tingkat konsumen.
Langkah tersebut dilakukan guna memastikan pasokan tetap tersedia sekaligus mengendalikan potensi gejolak harga di pasaran.
Sementara itu, dalam proses penyerapan hasil panen petani, Bulog menggandeng sejumlah mitra swasta. Skema tersebut diterapkan karena keterbatasan sumber daya manusia yang dimiliki Bulog untuk melakukan penyerapan langsung secara menyeluruh di lapangan.
"Penyerapan gabah dari petani dilakukan melalui pihak swasta atau mitra karena keterbatasan SDM yang kami miliki," ungkapnya.
Sebagai salah satu pusat logistik pangan di wilayah timur Jawa Barat, Gudang Bulog Kasokandel memiliki fungsi strategis dalam rantai distribusi beras.
Mulai dari menerima pasokan, menyimpan cadangan, hingga mendistribusikannya kembali untuk kebutuhan pasar maupun program pemerintah.
"Di Gudang Kasokandel ini kami menerima beras, menyimpan dan mengeluarkannya kembali sesuai kebutuhan distribusi," katanya.
Menariknya, masyarakat juga dapat membeli beras secara langsung di Gudang Bulog Kasokandel dengan harga yang relatif lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
Bulog menyediakan beras medium yang dapat dibeli masyarakat dengan harga Rp11.000 per kilogram, sebagai bagian dari upaya menjaga keterjangkauan pangan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok.
Di balik deretan karung beras yang memenuhi gudang hingga melampaui kapasitas, tersimpan pesan penting mengenai kesiapan pemerintah menjaga ketahanan pangan daerah. Saat pasokan melimpah dan distribusi berjalan lancar, rasa tenang masyarakat terhadap kebutuhan pangan sehari-hari pun ikut terjaga. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


