Advertisement
Peristiwa Daerah

Jarak Tak Jadi Halangan, Ribuan Ton Tebu dari Blora Dikirim ke PG KTM Lamongan

Proses panen dan pengiriman tebu dilakukan secara bertahap menyesuaikan jadwal giling di pabrik gula.

TIMES Indonesia,
Jarak Tak Jadi Halangan, Ribuan Ton Tebu dari Blora Dikirim ke PG KTM Lamongan
Pengiriman perdana tebu dari Blora ke Pabrik Gula Kebun Tebu Mas (KTM) Lamongan (FOTO: istimewa)
A-AA+

BLORA Memasuki musim giling, petani tebu di Kabupaten Blora, Jawa Tengah mulai mengirimkan hasil panen mereka ke Pabrik Gula (PG) KTM di Lamongan, Jawa Timur.

Pengiriman tebu dilakukan secara rutin setiap hari untuk memenuhi kebutuhan bahan baku pabrik selama masa produksi gula.

Advertisement

Salah seorang petani tebu, Saiful Zaini, mengatakan bahwa pengiriman tebu dari lahannya ke PG KTM Lamongan telah dilakukan sejak 2015. Dalam sehari, rata-rata terdapat lima rit kendaraan yang mengangkut hasil panen menuju pabrik.

Menurutnya, PG KTM Lamongan lebih mengutamakan kualitas dan varietas tebu yang dikirimkan petani. Selain itu, tidak terdapat persyaratan khusus lainnya dalam proses penerimaan tebu di pabrik tersebut.

Untuk harga jual, tebu dihargai sekitar Rp750 per kilogram. Namun, pendapatan petani masih harus dikurangi dengan biaya transportasi pengangkutan dari lahan menuju pabrik gula.

“Untuk angkutan sekitar Rp170 ribu per ton. Memang jaraknya cukup jauh, tetapi yang penting pengirimannya lancar,” ujar Saiful, Kamis (4/6/2026).

Saat ini, lahan tebu yang dikelola mencapai sekitar 30 hektare. Dari luasan tersebut, produktivitas tanaman diperkirakan mencapai 70 hingga 80 ton per hektare.

Advertisement

Dengan hasil tersebut, total produksi tebu yang dihasilkan berpotensi mencapai lebih dari dua ribu ton dalam satu musim panen.

Proses panen dan pengiriman tebu dilakukan secara bertahap menyesuaikan jadwal giling di pabrik gula.

Saiful menjelaskan, penyelesaian tebang pada seluruh areal lahan membutuhkan waktu sekitar lima bulan agar pasokan tebu ke pabrik tetap terjaga dan sesuai kebutuhan produksi.

Meski harus menempuh jarak yang cukup jauh dari Blora menuju Lamongan, ia tetap memilih memasok tebu ke PG KTM Lamongan karena proses penerimaan dan pengiriman dinilai berjalan lancar.

Kondisi tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran musim giling sekaligus menjaga pendapatan petani tebu di wilayah Blora. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Ahmad Rengga Wahana Putra [MG-301]
PenulisAhmad Rengga Wahana Putra [MG-301]Sarjana Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Semarang (2024). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2025. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, pendidikan, karya, seni, budaya dan isu internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia